Kisah Mommy Changbin

478 41 16
                                        

Req from kimmisoo86

Aku habisin dulu semua flashback baru nanti si duo bocah kematian kambek ya!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Aku habisin dulu semua flashback baru nanti si duo bocah kematian kambek ya!

Aku kangen mereka juga soalnya 😢



















Mommy Changbin tidak sakit-sakitan seperti Hyunjin.

Malah yang sakit nya si bapak Chan.

"Bang Chan! Jangan berisik, anjing! Anak gue mau tidur!"

Sumpah, sejak menikah dengan Changbin Chan belajar untuk bersabar dengan tahap kesabaran yang tinggi. Apalagi setelah si anak tupai yang gatau gimana bisa jadi anak tupai soalnya Chan itu kan mirip serigala, Changbin mirip babi eh kelinci maksudnya.

Yah apalagi si anak tupai alias anak kesayangan Changbin keluar, Chan harus ekstra sabar dan berhati-hati bahkan untuk berbicara.

Chan mendekat dan memeluk Changbin yang sedang menyusukan si tupai gemoy di kasur. Chan usap pipi Jisung pelan.

"Lucu. Mirip kamu, sayang"

Changbin barangkali sudah blushing, tapi malu malu anjeng.

"Apaan sih kak! Mandi sana, bau! Tuh lihat Jisung aja merengut" ucap Changbin, Chan menatap Jisung yang merem melek melawan rasa kantuknya, Chan terkekeh.

"Dia benar-benar mirip kamu sih. Matanya bulat kek boba tea." Chan itu ya, sejak lahirnya Jisung Chan ga pernah lelah bilang perkara-perkara manis seperti ini. Kan Changbin ga kuat.

Apalagi Jisung mirip Changbin. Kan apa-apa yang ada di Jisung semuanya dikaitkan dengan Changbin.

Abin kan maloohhh.

"Mandi, kak. Tadi aku udah masak juga. Kakak panasin sendiri, ya? Aku lelah" kata Changbin, Chan mengangguk, mengecup kening Changbin lama lalu pipi gembul Jisung.

"Gemes deh. Pipinya gembul lucu mirip Mommy hehe"

Chan sibuk menatap Jisung yang sudah tertidur sehingga akhirnya dia merasa hawa mengerikan.

Chan melirik Changbin yang menatapnya datar.

"Kakak mau bilang aku gemuk, ya?"

Mampus. Tuh kan.

"Engga, sayang. Kan lu-"

"Kakak tidur luar! Aku mau tidur bareng Sungie!"

Kan. Harus sabar lagi kan.


























Jisung sudah berumur 1 tahun. Bocah pintar tapi sangat penakut itu sudah bisa berjalan tanpa di pegang lagi.

Sekarang Jisung sedang bermain bersama Chan.

Jisung sibuk dengan mobil mobilan nya. Dia melihat ke belakang saat ada yang memanggilnya.

Jisung terkejut bukan main, tubuhnya terlonjak kaget saat melihat Gorilla, —atau lebih tepatnya Chan yang memakai topeng itu, berada di belakangnya.

Jisung dengan cepat merangkak menjauh dari sang Gorilla namun sang Gorilla masih mengejar.

Mencoba untuk tak menangis, Jisung melempar mobil mainan dan pelbagai jenis mainan kearah Gorilla itu.

Berhasil! Jisung hanya perlu lari lebih cepat!

Jisung bangun, berlari menuju dapur yang ada sang Mommy disana.

Changbin terlihat pucat hari ini.

Bukan karena Changbin hamil lagi, tapi sudah beberapa hari ini dia tidak bisa tidur sama sekali.

Jisung sering rewel, entah kenapa. Mungkin karena dia sedikit demam beberapa hari ini.

Karena khawatir Jisung kenapa-napa, Changbin hanya tidur tidur ayam dan fokus menjaga sang gembul.

Sedang fokus memasak, Changbin di kejutkan dengan suara sesuatu.

Debuk!

"HUWAAAA!!!!"

Changbin terkejut saat melihat Jisung yang sudah jatuh terduduk dengan dahi yang memerah.

Changbin juga melihat bagaimana Jisung memukul Chan yang masih memakai topeng Gorilla karena Chan menggendong nya sekarang.

"Kak! Kamu ngapain sih!" Changbin mengambil alih Jisung dan menenangkan nya. Menatap marah kearah Chan yang sudah membuka topeng Gorilla nya.

"Maaf. Tadi kakak nakutin dia. Terus dia kejedot" ucap Chan merasa bersalah. Chan juga tau Changbin sedang sakit sekarang.

Changbin menatap tajam kearah Chan dan mengusap dahi Jisung yang memerah. Mengecup kening Jisung dan membawanya ke ruang tamu. Changbin mengambil botol susu di meja lalu memberikannya kepada Jisung.

Changbin menghela nafas lelah. Lelah sekali mempunyai suami yang jahil dengan anaknya dan anak yang penakut dan gampang menangis ini.

Tapi Changbin sayang kedua superhero nya.

"Maaf sayang. Aku janji ga gitu lagi deh" ucap Chan merasa bersalah. Changbin menatapnya tajam.

"Janji kakak ga di terima. Udah berapa kali kakak janji kek gitu tapi tetap aja jahil sama anaknya. Yang repot aku, kak!" marah Changbin. Chan hanya diam, memang ini salahnya kok.

Changbin melirik Jisung yang sudah tenang dan tertidur di pangkuannya, Changbin mengusap surai lembut Jisung pelan.

"Dia mirip aku waktu kecil. Penakut, ga bisa lawan orang, biarin orang maki aku. Aku jadi takut, kak. Aku takut dia lemah dan ga bisa jagain diri sendiri"

"Nanti, siapa yang mau jagain dia kalau gaada kita?" ucap Changbin.

Chan memeluk kedua kesayangan nya erat.

"Selagi dia ga ketemu seseorang yang bisa jagain dia selagi itu aku ga akan biarin dia pergi dari kita. Aku bakal jaga dia dan aku bakal jaga kamu, sayang. Jangan khawatir, ya?" ucap Chan, mengecup kening Changbin lama.

"Si gembul udah tidur. Kamu belum masak apa-apa, kan? Kita order aja ya?" Changbin mengangguk. "Tapi aku udah masak sup. Kakak order aja, aku selesaikan itu. Udah mau jadi kok" ucap Changbin.

Chan mengangguk. "Honey?"

"Hm?"

"I love you. Thank you for being strong. I love you to the moon and back and I will took care of you till my last breath."

Oh, Changbin merasa terbang ke angkasa.

Keluarga Ter Racha Racha SS 1/2 (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang