Part 2 : Lebaran Shimmer Shimmer
"Kak Chan sini. Aku benerin bajunya" Changbin mendekati Chan yang sedang sibuk dengan bajunya. Menarik Chan mendekat dan merapikan baju suaminya.
"Ntar ke rumah Minho dan Seungmin ya. Bagi bagi makanan. Jangan lupa ntar malem kita pulang ke rumah Bunda." ucap Changbin. Chan menghela nafas panjang. "Kenapa ga ke rumah mama papa aja? Aku masih gamau ketemu Bunda dan Ayah" balas Chan.
Changbin pukul pundak suaminya pelan. "Apaan sih! Bunda itu ibu kamu, kak. Jangan macem macem deh. Di sumpah jadi batu kek sinetron dunia khayalan dunia impian baru tau rasa kamu" kata Changbin. Chan mengerucut kan bibirnya.
Changbin menatap suaminya yang kek punya beban hidup. "Yang masalah dulu itu salah kamu sendiri. Kamu yang harus minta maaf sama mereka. Jangan egois, kak. Tanpa mereka kamu ga akan hidup dan ketemu aku sekarang." nasehat Changbin. "Jangan sampai sifat kamu kek gini nurun ke anak kita walaupun aku tau Lily punya 100% sifat kamu." ucap Changbin lagi.
Chan lagi-lagi menghela nafas. "Yaudah deh. Nanti aku minta maaf. Janji" kata Chan.
Terdengar suara langkah kaki terburu-buru dari luar kamar Chan dan Changbin.
"Mommy! Bantu Lily sama baju nya nih!"
"Mommy! Jisung gatau mau pake ini gimana"
Changbin menghela nafas panjang. Chan terkekeh. "Jisung sini sama Daddy. Mommy benerin baju Lily gih" ucap Chan. Changbin tersenyum kearah Chan, mengucap terima kasih dengan pelan.
Setidaknya, Changbin tidak terlalu capek meladeni kedua putra putri kesayangan keluarga ini.
"Mama? Abang sama Papa kemana?" Haewon mendekati Hyunjin yang sibuk meletakkan makanan di atas meja.
"Abang sama Papa lagi bagi bagi makanan. Sini Wonnie makan dulu. Kamu dandan nya lama" kata Hyunjin. Haewon duduk dan menatap Hyunjin, mengedipkan matanya.
"Cantik ga anak Mama ini?" tanya nya. Hyunjin terkekeh dan mengangguk, cium pipi Haewon sayang. "Cantikkk. Cantik banget. Anak Mama emang yang paling cantik kok" ucapnya.
Haewon senyum. Makan makanan yang telah disediakan oleh Mama nya. "Enak! Mama? Besok kita pulang ke Jepang?" tanyanya. Hyunjin menggeleng. "Kata Papa, kakek sama nenek yang bakal kesini. Ntar sore mereka sampai. Kita tunggu abang sama Papa dulu, ntar kita ke rumah halmeoni sama harabeoji ya?" ucap Hyunjin. Haewon hanya mengangguk.
"Mama!!!" teriakan dari Felix membuat Hyunjin mengangkat kepalanya, mengerutkan keningnya melihat anak nya. Felix peluk Hyunjin erat. "Mau thr. Hehehe" ucap Felix. Hyunjin mengejek. "Hilihh sayang nya cuma pas mau duit. Ntar di rumah harabeoji Mama kasi uang nya. Ini makan dulu" balas Hyunjin.
Felix duduk manis di samping Haewon, makan masakan ibu nya dengan tenang. Hari ini, anak-anak Minho dan Hyunjin ini tidak bikin masalah seperti mencomot makanan satu sama lain atau bergelut hingga baju lebaran mereka rusak.
Rare sight.
"Kak, sini. Baju nya di benerin dulu" Hyunjin menarik pelan Minho agar mendekat. Fokus dengan baju Minho membuat bapak kucing itu terkekeh.
"Kamu lucu, yang. Serius gitu aja lucu"
"Bucheennn"
Minho melirik kedua anak nya dan mengejek. "Yang punya pasangan tapi belum nikah diem aja. Satu lagi yang single tapi ngejar ngejar crush masih ga dapet mending pundung deh" balas Minho. Membuat kedua adik beradik itu kesal namun diurungkan niat untuk memaki Minho karena Minho kalo ngasih thr lebih banyak dari uang jajan bulanan.
Hyunjin terkekeh kecil. "Udah jangan di ganggu anak nya. Ini udah selesai" ucap Hyunjin. Minho peluk istrinya erat, kecup bibirnya cepat. "Selamat hari lebaran, cinta hati Minho" ucap nya lembut. Gila, gimana Hyunjin ga jatuh cinta banyak banyak ke Minho dah. Mana senyum nya ganteng banget lagi.
"Apaan sih ah! Udah lepas nih, aku mau dandan!" Hyunjin melepaskan pelukan Minho. Berlari ke kamar dengan wajah memerah malu.
Hari yang indah.
"Bubu sini!! Jangan lari dulu. Pake popok nya!!" Jeongin dengan cepat berlari mengejar Minji. Minji menghindari Jeongin dengan cepat.
Ceritanya, tadi pagi keluarga Seungmin sudah selesai dandan. Tapi Minji tiba-tiba eek jadi Jeongin terpaksa mendandani ulang princess nya ini.
Dan cerita yang menyedihkan pagi ini ialah, tadi malam Seungmin dapet emergency call dan terpaksa ke rumah sakit. Jadinya pagi ini, hanya ada Jeongin. Untungnya Jungsu membantu Jeongin dengan banyak.
"Hap!! Dapat!! Bubu jangan gitu sama Mamah. Ga baik tau" ucap Jungsu, kecup pipi Minji. Mengambil popok dari tangan Jeongin.
"Ayo sini sama Aa. Mamah selesaikan yang lain aja. Adik-adik biar Jungsu yang jagain" ucap Jungsu. Jeongin mengangguk, pergi ke dapur untuk memanaskan masakan yang sudah ia masak kemarin.
Jeongin menghela nafas. Sudah 2 tahun Seungmin tidak lebaran bersama keluarganya. Jeongin ingin menangis saja. Jeongin bersyukur dia tidak meneruskan pembelajaran nya dalam bidang kedokteran. Kalau tidak, mungkin Jungsu, Minji dan Ahin terpaksa lebaran bersama keluarga Seungmin atau keluarganya di Busan.
Sudah 2 tahun juga Jeongin tidak lebaran di kampung halaman nya, Busan karena kesibukan Seungmin. Jeongin mengerti kok, cuma terkadang rasanya sedikit kecewa.
Jeongin termenung dan terkejut saat merasakan tangan hangat yang menutup matanya. "Coba tebak ini siapa?" Jeongin di buat terkejut lagi. Dengan cepat menoleh kebelakang dan menatap suaminya yang sedang tersenyum tampan kearahnya.
"Kak Umin!" Jeongin dengan cepat memeluk Seungmin erat. Seungmin terkekeh. "Maaf ya? Aku udah janji mau lebaran bareng kalian, kan? Aku pria yang ga pernah mungkir janji, sayang" ucapnya lembut. Jeongin menangis di dada Seungmin, mengangguk dengan cepat.
Jeongin melepaskan pelukannya. "Sebentar! Aku siapin baju kakak. Sebentar, ya!" Jeongin dengan cepat berlari ke kamar untuk menyiapkan baju Seungmin. Jungsu yang melihat itu tertawa pelan.
Mamah nya lucu sekali.
MASIH LEBARAN, KAN??!! HEHEHEHEE MAAF UPDATE NYA LAMAA. UDAH SIBUK INIII
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Ter Racha Racha SS 1/2 (End)
FanfictionCouple nya mashup. Keluarga nya terdiri daripada: 3Racha Danceracha Vocalracha mereka tetangga paling berisik (sebenarnya mau bilang kecuali Vocalracha. Tapi hmm...) Untungnya di komplek itu cuma ada mereka. ya yang tinggal di situ semuanya holkay...
