Felix menelan ludahnya pelan. Melirik Minho yang sedang menatap nanar mobil kesayangan nya yang rusak. Felix menyetir mobil Minho dan kemalangan kecil.
Minho menghela nafas panjang, langsung masuk ke dalam rumah tanpa berkata apa-apa.
Felix merasa dejavu. Beberapa tahun lalu Minho marah seperti ini juga saat dia hampir membawa Minho masuk penjara.
Felix rasanya ingin menangis saja. Apalagi saat Haewon menepuk pundak Minho, Minho hanya beri tatapan tajam kepada Haewon dan berlalu pergi. Membuat Haewon terkejut bukan main.
"Abang? Papa kenapa?" tanya Haewon. Felix tak menjawab, dengan perlahan Haewon menatap mobil kesayangan papa nya yang rusak.
"Rusak dikit ga ngaruh, lah ini kek di tabrak gajah. Gimana papa ga marah, Lix" ucap Hyunjin yang dari tadi melihat drama ayah dan anak itu.
"Wonnie. Ikut mama ke salon yuk. Felix, kamu jangan lupa minta maaf ke papa. Mama gamau ikut campur ya" Hyunjin menarik tangan Haewon menjauh dari Felix yang masih meratapi nasib.
Felix masuk ke dalam rumah, mencari keberadaan papa nya. Felix membuka pintu ruang kerja Minho dengan pelan. Ada Minho yang sedang serius dengan layar komputer nya. Lama Felix mengintip hingga suara Minho terdengar.
"Jangan ganggu Papa, Lee Felix. Papa lagi sibuk"
Buset. Felix langsung kicep.
Dengan pelan Felix menutup pintu nya. Berjalan ke lantai bawah untuk mengambil air putih.
Ding dong.
Felix terkejut. Siapa yang datang? Ah sial, Mama dan Haewon tidak ada, kalau itu tetamu bermaksud Felix yang harus melayaninya.
Felix berdecak kesal. Membuka pintu utama dan terdiam saat melihat dua wanita cantik sedang menunggu.
"Hi Lix! Inget aunty ga?"
Aunty? Aunty apaan, adakah mereka operasi plastik sehingga tampak cantik dan berseri seperti ini padahal usia mereka sudah 70 tahun?
Felix terkesima. Tapi setelahnya, Felix mengeluarkan jurus senyum menggoda nya. "Nuna, kenapa kesini, hm? Nuna teman-teman mama ya? Mama gaada di rumah, tapi kalau Nuna mau nikah sama aku, Nuna bakal ketemu sama mama setiap hari. Jadi, Nuna pilih yang ma- Awsh!"
Felix mengusap kepala nya yang baru saja di pukul menggunakan spatula. Felix menoleh kesamping, ada Jisung yang menatapnya tajam. Felix terdiam.
"Sa-sayang. Bukan gitu a-aku"
"Aunty Chaeryeong! Ayo kita pulang! Disana rumah Jisung!" Jisung dengan cepat menarik tangan Chaeryeong dan meninggalkan Felix.
Aduh, apa hari ini hari sial untuknya.
"Woi tuyul. Gue bibi lu. Mama lu gaada di rumah ya?" Felix menatap wanita ini dari bawah ke atas berulang kali, setelahnya dia membulatkan matanya.
"Aunty Yeji? Lahh! Dulu item, makeup aja kek badut sekarang kok cantik sih?!"
Ya tuhan, sabarkan Yeji untuk tidak menampar berkali-kali anak kakaknya ini. "Mulut lo minta di kasi sambal. Dasar monyet. Kakak gue gaada ya? Capek banget ngomong sama siluman setan" ucap Yeji.
Yah gaes, anda fikir Felix dapet mulut kek gini hanya karena Minho? Sudah pasti tidak. Hyunjin dan adik perempuan nya ini 11 12 aja.
"Gaada. Mama pergi ke salon di depan sana." balas Felix. Yeji mengangguk. "Yaudah gue kesana. Ini ada ayam sama buah, makan aja" Yeji memberikan ayam goreng dan buah kepada Felix, melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Ter Racha Racha SS 1/2 (End)
Fiksi PenggemarCouple nya mashup. Keluarga nya terdiri daripada: 3Racha Danceracha Vocalracha mereka tetangga paling berisik (sebenarnya mau bilang kecuali Vocalracha. Tapi hmm...) Untungnya di komplek itu cuma ada mereka. ya yang tinggal di situ semuanya holkay...
