Roséanne Park adalah pengusaha muda yang di puji banyak orang tapi wajahnya tidak pernah di lihat orang-orang. Hanya nama yang begitu terkenal di kalangan bisnis, namun wajahnya menjadi privasi untuk semua orang. Rosé adalah wanita angkuh yang selal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Komennya di tunggu kawan😉
Rumah yang sangat sederhana itu kini perabotannya hancur berantakan, para pria berbadan besar menghancurkan segala isi rumah itu tanpa tersisa. Pintu penghubung antara ruang tamu dan ruang keluarga itu terdapat seorang wanita yang lagi bersedekap dada sambil tersenyum melihat hasil kinerja anak buahnya.
Tangisan seorang ibu paruh baya dan juga anak wanita dewasa itu saling berpelukan di lantai sambil menangis dan mengatakan 'jangan hancurkan, jangan hancurkan' dengan berulang kali. Di sana juga terdapat seorang pria paruh baya yang sudah tersungkur di lantai dan tidak bisa apa-apa.
Wanita yang memiliki wajah yang cantik sekaligus tampan itu berjalan kearah keluarga yang sedang menangisi isi rumahnya yang pecah dan berhamburan dimana-mana.
"Setahun kalian mempermainkan ku, mengulur-ngulur waktu anak buahku ketika menagih kalian. Karena kasihan sama kalian, maka dari itu aku memberikan waktu mencari uang untuk utang kalian. Namun setahun ini tidak ada perkembangan, untuk itu aku yang turun tangan menghadapi kalian ini" ucap Rosé yang tersenyum miring menatap keluarga penipu itu. "Cari barang berharga yang bisa di jadikan jaminan!" Tegas Rosé menyuruh para anak buahnya.
"Tolong nyonya, tolong beri kami waktu lagi untuk melunaskannya nyonya. Seminggu! Ya seminggu, kami janji akan melunasinya nyonya, hiks..." Pria paruh baya itu kini memegang kedua kaki Rosé dan sedikit bersujud untuk memohon.
Tanpa berperasaan, Rosé menghempaskan kaki kirinya dengan kuat dan membuat pria paruh baya itu tersungkur kembali di lantai. Kedua wanita itu dengan cepat menolong pria itu untuk memastikan dia baik-baik saja atau tidak. Tidak lama seorang pria muda dewasa datang dengan meneriaki nama appa.
"Sialan!" Pria muda itu ingin mendekati Rosé, namun belum sempat mendekat, anak buah Rosé sudah membantingnya di lantai.
"Kami menemukan sertifikat rumah bos" ucap anak buah itu menghampiri Rosé.
"Dengar ini baik-baik, seminggu yang akan datang saya kembali untuk mengambil uang-uang saya yang kalian curi itu. Dan sertifikat rumah ini akan menjadi jaminan, tapi ingat! Harga rumah yang jadi jaminan ini tidak sesuai dengan nominal uang yang appa mu sabotase!" Terdengar sangat tegas dan penuh dengan penekanan. Rosé berbalik untuk keluar dari rumah yang sudah berantakan itu.
"Booosss!" Teriak salah satu anak buahnya yang keluar dari pintu kamar. Rosé menghentikan langkahnya dan kembali berbalik menatap anak buahnya yang sedang menghampirinya. "Mungkin tidak penting bos, tapi aku baru pertama kali melihat foto wanita itu di rumah ini" dia menyerahkan bingkai foto seorang wanita. Rosé yang penasaran itupun mengambilnya dan membulatkan matanya, tapi setelah itu dia tersenyum miring.