Roséanne Park adalah pengusaha muda yang di puji banyak orang tapi wajahnya tidak pernah di lihat orang-orang. Hanya nama yang begitu terkenal di kalangan bisnis, namun wajahnya menjadi privasi untuk semua orang. Rosé adalah wanita angkuh yang selal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan senyum mengembang, Jisoo menarik kursi di depan seorang wanita cantik yang juga tersenyum kearahnya. Menegakkan badannya, kemudian mengulurkan tangannya untuk menyambut hangat kedatangan Jisoo.
"Maaf membuatmu menunggu eonni" ucap Jisoo tidak enak.
"It's okay Jisoo, apapun untuk adik iparku— aku rela menunggu walaupun sehari" kekehnya yang membuat Jisoo tersenyum.
"Alice eonni benar-benar mirip dengan Rosé. Sama-sama pandai membuat orang salah tingkah" ucapan Jisoo membuat Alice menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ya gimana ya? Soalnya satu gen dari daddy" cengir Alice yang kini salah tingkah di depan Jisoo.
Jisoo hanya tersenyum menanggapi pernyataan itu. Ia pun kembali memperbaiki duduknya sambil menunggu pesanan mereka. Tidak begitu lama, karena Alice sudah memesannya duluan.
Pesanan mereka pun di susun dengan rapi di atas meja. Keramahan pelayanan restoran itu cukup di acungi jempol— Alice tersenyum, membuat para pelayan kembali membungkuk hormat. Bagaimana tidak cepat dan pelayanannya terbaik, jika restoran itu milik Alice.
Mereka berdua akhirnya menikmati makanan mereka dengan tenang. Masih awal makan, jadi harus terlihat elegan— walau nyatanya ada hal penting yang harus mereka bahas.
"Aku sebenarnya punya maksud bertemu eonni" mendengar ucapan Jisoo membuat Alice mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Jisoo.
"Soal?" Tanya Alice— cukup penasaran.
"Rosé" jawab Jisoo di selah makannya. "Tapi aku tidak yakin jika eonni mau menjawabnya" lanjut Jisoo sendu.
Alice akhirnya kembali menegakkan badannya— mengambil serbet makan untuk melap mulutnya. Kemudian meminum air putih itu sedikit untuk menetralkan kembali tenggorokannya. Jisoo pun melakukan hal yang sama— agar pembicaraan dia dan Alice menjadi lebih nyaman.
"Jika eonni mengetahuinya, eonni akan jawab. Tapi jika eonni kurang mengetahuinya, berarti tidak ada jawaban" jelas Alice— Jisoo mengangguk.
Sebelum memulai ucapannya, Jisoo menarik nafas dalam-dalam, lalu di keluarkan untuk menetralkan detak jantungnya yang begitu kencang. Ia menatap Alice yang duduk di depannya— Alice pun ikut menatap dengan alis yang naik sebelah.