Roséanne Park adalah pengusaha muda yang di puji banyak orang tapi wajahnya tidak pernah di lihat orang-orang. Hanya nama yang begitu terkenal di kalangan bisnis, namun wajahnya menjadi privasi untuk semua orang. Rosé adalah wanita angkuh yang selal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mari lanjut🥳
[MATURE SCENE : 18+]
Hening, tapi ada suara. Ngerti nggak? Kalau nggak ngerti tutup telinga aja nggak usah tutup mata.
Ruangan itu sangat besar, bahkan di ruangan itu terdapat AC yang mungkin suhunya 20°; cukup dingin. Tapi mengapa hawanya sangat panas? Jawabannya hanya satu, karena ada dua insan yang sedang bercumbu dengan sangat mesranya.
Beradu lidah dan saling menukar Saliva masing-masing, seolah ingin merasakan milik pasangan masing-masing. Jangan lupakan gairah mereka yang sudah sampai di puncak maksimal; basah. Eh?
"Mmphh..." Desah tertahan di saat payudaranya diremas— tapi mulutnya dibungkam oleh ciuman.
Sensasi geli namun candu seolah ia minta lebih dan lebih. Merasa pasokan oksigen sudah menipis, Rosé pun melepaskan ciuman itu. Terlihat wajah Jisoo yang sudah dipenuhi keringat karena ciuman panas itu. Tidak tahan menunggu, Rosé pun menyambar leher putih itu dengan menciumnya dengan sangat kuat, hingga berhasil meninggalkan bekas merah keunguan.
Rosé kembali menatap wajah Jisoo, melap keringat itu dengan tangannya. Lalu kemudian mencium bibir hati itu sekali, yang membuat sang empu sudah bisa membuka matanya. Rosé tersenyum, begitupun dengan Jisoo.
"Keringatan banget, baru juga ciuman, belum kuda-kudaan" mendengar hal itu, Jisoo langsung mencubit perut Rosé.
"Aawww~ sakit sayang" ringis Rosé yang di lebih-lebihkan.
"Siapa suruh ngomongnya gitu" kesal Jisoo.
"Baiklah, kamu kayaknya lebih suka tutorial daripada teori" setelah mengatakan itu, Rosé kembali menyambar bibir Jisoo tanpa memperdulikan Jisoo yang sedang memberontak.
Puas dengan bibir hati itu, Rosé kini turun ke leher Jisoo untuk memberikan banyak kissmark di sana. Jangan lupakan tangan Rosé yang tidak akan dibiarkan menganggur, tangan kiri itu sudah meremas payudara Jisoo secara bergantian, sedangkan tangan kanannya menopang tubuhnya agar tidak terlalu menindih tubuh Jisoo.