•
•
Happy Reading :)
Sayang kalian banyak-banyak💙
"Appa, eomma" panggil Jisoo.
Kini mereka berkumpul di ruang keluarga yang terhubung ruang tamu itu. Rosé tentu duduk di samping Jisoo, ia masih sedikit canggung— walaupun sudah bercanda satu sama lain di meja makan tadi. Biar bagaimanapun— Rosé masih harus beradaptasi lebih terhadap keluarga sang istri.
"Hm?" Appa Jisoo melihat ke arah anaknya yang memanggil. Tidak lupa senyum sayang kepada anak yang sudah banyak berkorban.
"Jisoo ingin menyampaikan sesuatu" suara itu pelan— seperti takut untuk menyampaikan.
Rosé yang mendengar itu langsung menatap istrinya yang berada di samping. Memegang tangannya sambil di usap-usap biar tenang.
"Sampaikan saja sayang, ada apa?" Tanya Jiyoo lembut.
"Sebentar lagi eomma dan appa jadi harabeoji dan halmeoni" jawab Jisoo dengan senyum.
Hajoon— appa Jisoo, Jiyoo— eomma Jisoo itu langsung kaget, dan tidak lama dia tersenyum. Jiyoo pun berdiri ingin menghampiri, namun Jisoo berdiri lebih dulu dan langsung datang untuk memeluk. Mengusap punggung anaknya dengan lembut, menyalurkan rasa bahagia untuk Jisoo— Jiyoo benar-benar bahagia.
"Selamat sayang" ucapnya yang di akhiri kecupan di kening Jisoo.
Hajoon juga berdiri, menarik pelan tangan Jisoo lalu di peluk. Ia meneteskan air matanya, berusaha untuk terlihat kuat atas kebahagiaan anaknya— tapi Hajoon runtuh ketika memeluk putri bungsunya itu. Ada rasa bahagia, bangga, dan kecewa yang menjadi satu.
Bahagia karena Jisoo di ratukan oleh Rosé, di berikan kebahagiaan yang luar biasa tanpa nominal oleh Rosé, sedangkan ia tidak bisa— ia merasa gagal menjadi ayah. Kata bangga ia juga rasakan, bisa menjadi mertua orang hebat di Korea— walaupun cara awalnya salah karena utang, tapi itu tidak menutup kebanggaan Hajoon terhadap Rosé— yang ternyata baik sekali orangnya.
Satu kata terakhir adalah kata yang selalu membuat hati Hajoon bersalah sama keluarganya. Kecewa, ia kecewa dengan dirinya sendiri karena membuat Jisoo ikut terlibat di dalam pelunasan utangnya. Membiayai kuliah sendiri, hingga harus mencari kerja kemana-mana karena tidak mau menerima bantuan Jennie. Itu yang membuat rasa bersalah Hajoon jauh lebih besar terhadap Jisoo. Namun, ia bersyukur karena anaknya tidak lecet sedikitpun di tangan orang yang ia sudah tipu dalam investasi.
"Appa jangan nangis" suara Jisoo juga terdengar lirih di dalam pelukan itu.
Ia tidak suka jika appa-nya menangis, apalagi selalu meminta maaf karena rasa bersalah. Jisoo menggeleng keras untuk itu, ia langsung melepaskan pelukan Hajoon sambil memegang kedua lengan sang appa.
"Jangan meminta maaf. Semuanya sudah berjalan dengan baik, aku juga sudah menikah dan bahagia bersama Rosé. Jadi appa jangan meminta maaf lagi sama Jisoo, nee?" Jelas Jisoo sambil mengusap-usap lengan Hajoon.
Hajoon mengangguk, lalu memeluk Jisoo lagi walau singkat. Mengakhiri sesi terharu itu dengan kecupan lama di kening Jisoo. Ia benar-benar bangga punya anak yang memiliki pemikiran hebat seperti Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE COOL SWEET GIRL [CHAESOO]
FantasiaRoséanne Park adalah pengusaha muda yang di puji banyak orang tapi wajahnya tidak pernah di lihat orang-orang. Hanya nama yang begitu terkenal di kalangan bisnis, namun wajahnya menjadi privasi untuk semua orang. Rosé adalah wanita angkuh yang selal...
![THE COOL SWEET GIRL [CHAESOO]](https://img.wattpad.com/cover/350163092-64-k246793.jpg)