Roséanne Park adalah pengusaha muda yang di puji banyak orang tapi wajahnya tidak pernah di lihat orang-orang. Hanya nama yang begitu terkenal di kalangan bisnis, namun wajahnya menjadi privasi untuk semua orang. Rosé adalah wanita angkuh yang selal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mau end, ini lapak makin sepi njir😌 Beberapa readers lamanya pun menghilang, are you okay, friend?
[MATURE SCENE : 18+]
"Sudah, jangan mena-- aaaakkhhh!" Ringis Jisoo sambil memegang perutnya. Jennie memperhatikan dengan sedikit loading.
"Kenapa sayang?" Rosé menghampiri, bahkan yang lain di sana mulai panik.
"Anak kita nendang keras sekali, Sé" mata berkaca-kaca menandakan tendangan baby benar-benar kuat.
"Ayo duduk" ajak Jennie di saat Rosé sudah mau berlutut di depan perut Jisoo.
Karena rasa nyeri masih terasa, Jisoo akhirnya mengikuti langkah Jennie untuk duduk. Sementara Rosé datang menghampiri dan berlutut di depan Jisoo. Di usapnya perut itu secara lembut— tidak lupa ciuman kasih sayang juga di berikan. Berharap agar baby tenang. Namun kenyataannya tidak, baby masih memberontak dan itu kembali membuat Jisoo meringis. Air mata Jisoo pun sudah keluar, karena tendangan anaknya benar-benar kuat banget.
"Hey, boy" panggil Rosé untuk anaknya yang sudah di ketahui jenis kelaminnya. "Kasian mommy, sayang. Jangan seperti ini, ya? Anak daddy kan— anak yang pintar. Jadi, tolong tenang agar mommy tidak ke sakitan" ucap Rosé lembut dan tidak lupa dengan ciumannya.
"Aaaakkhhh!" Jisoo kembali meringis, karena anaknya masih aktif dan tidak mau diam.
"Bawa ke kamar untuk tidur. Mungkin baby-nya memberontak karena mommy-nya kurang istirahat" suruh Yoona— Rosé mengangguk.
Dengan kekuatan penuh, Rosé mengangkat Jisoo ala bridal style. Dan mereka yang melihat itu lagi-lagi tersenyum karena sangat romantis.
"Dapat duplikat Rosé dimana, ya?" Tanya Suzy menatap mereka yang mengangkat bahu acuh.
"Ada eonni, mantan Jisoo. Dia juga sama seperti Rosé. Bedanya sedikit petakilan" rekomendasi Jennie yang membuat Irene tertawa.