Roséanne Park adalah pengusaha muda yang di puji banyak orang tapi wajahnya tidak pernah di lihat orang-orang. Hanya nama yang begitu terkenal di kalangan bisnis, namun wajahnya menjadi privasi untuk semua orang. Rosé adalah wanita angkuh yang selal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kita ketemuan di sana, okay?" Jennie yang memasukkan barang-barangnya di tas kecil.
"Kenapa tidak semobil kalau mau ikut nginap?" Tanya Jisoo yang merapikan baju kemeja Rosé.
"Gue ada urusan di agensi Rosé tuh" tunjuk Jennie ke Rosé dengan dagunya. Jisoo yang melihat itupun mengangkat sebelah alisnya.
"Agensi tiba-tiba mengalami penurunan, jadi aku minta tolong Jennie untuk lihat" jelas Rosé— Jisoo mengangguk.
"Minta tolong? Perasaan Lo langsung nyuruh gue tanpa minta tolong deh?" Heran Jennie sambil mengusap dagunya.
"Ya kan... Gitulah" pusing Rosé yang sudah mengangkat dua ranselnya. Satu ransel berisi berkas perusahaan, dan yang satunya berisi baju dia dan Jisoo.
Karena tidak ingin berlama-lama dan membuat Jisoo marah. Akhirnya Jennie jalan duluan— lalu di susul Jisoo di belakangnya. Rosé terakhir— karena ia baru selesai mengecek semua barang elektronik di apartemen. Takut bisa menimbulkan kebakaran.
"Ayo" jari-jari terpaut saling menggenggam.
Jisoo tersenyum, ia merasa spesial dan di ratukan sama Rosé. Apalagi mengingat perkataan Jennie semalam, di saat Rosé masuk kamar mandi. 'Rosé itu keren, dan aku sudah yakin dengan seyakin-yakinnya— bahwa ratunya hanya kamu seorang' ucap Jennie dengan mulut yang tetap mengunyah.
"Mau makan dulu?" Tawar Rosé yang selesai memasangkan Jisoo sealbelt.
"Di rumah eomma saja, aku mau sarapan bareng mereka" jawab Jisoo dengan senyum yang membuat Rosé bisa terkena diabetes.
"Uuuh, kelebihan kadar gula itu tidak baik ternyata" ucap Rosé yang sudah menjalankan mobilnya.
"Hm? Memang tidak baik sayang. Kamu punya riwayat diabetes?" Tanya Jisoo dengan wajah polosnya.