Part 18

2.1K 153 46
                                        


Happy Reading :)

Happy Reading :)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



























































































Pintu terbuka— melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam. Menutup pintu kembali, sambil melihat ke sekitar yang begitu gelap seperti tidak berpenghuni. Menyalakan lampu, lalu pergi ke dapur untuk minum. Dia sungguh lelah karena seharian bekerja, jadi mungkin sedikit bir dingin bisa membuatnya rileks.

"Jisoo belum pulang?" Gumamnya sambil melirik ke sekitar dapur dan ruang tengah.

Setelah menghabiskan birnya, ia kembali beranjak untuk pergi ke kamar— berniat ingin menjemput Jisoo jika memang belum pulang. Begitu masuk, Rosé sedikit mengangkat alisnya. Lampu di kamarnya menyala— sedangkan lampu lainnya mati, apa ada maling? Pikirnya.

Sedikit mengabaikan hal itu, Rosé memilih masuk ke ruang ganti pakaian. Dia benar-benar harus menjemput Jisoo dengan segera— soalnya rindu dan rasa kangennya sudah tidak terbendung lagi.

Pintu di buka secara pelan. Menampilkan seorang wanita yang cukup pucat karena habis muntah. Pintu lain juga kembali terbuka, Jisoo sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang ada di ruangan ganti itu. Rosé pun tersenyum di saat melihat Jisoo yang ternyata sudah ada di apartemen— Jisoo pun begitu, dia memaksakan senyum walaupun keadaannya cukup lemas.

"Wajahmu pucat, sayang. Kamu sakit?" Rosé menghampiri sambil menuntun Jisoo ke sisi kasur.

"Duduk dulu Sé" suruh Jisoo untuk Rosé agar duduk di dekatnya.

Rosé pun duduk, dia khawatir melihat keadaan Jisoo sekarang. Tapi mode tenangnya harus di aktifkan sekarang— tidak boleh panik adalah solusi.

"Aku mau cerita sama kamu. Tapi janji jangan marah dan tidak boleh kasar— janji?" Kelingking kanan Jisoo di angkat, Rosé pun tanpa mikir langsung menautkan kelingkingnya di kelingking Jisoo.

"Janji" tegas Rosé— Jisoo tersenyum.

"Kalau aku cemburu, aku bilang. Aku orangnya tidak suka basa-basi, apalagi menyimpan rahasia. Kalaupun dulu setiap ada masalah— aku tutupi agar tidak ada orang yang tau, tapi sekarang aku tidak menutupi itu lagi— karena sudah ada kamu" jelas Jisoo dengan tatapan lirihnya.

Rosé mengangkat tangan kirinya untuk mengusap pipi Jisoo, sedangkan tangan kanannya mengusap punggung tangan Jisoo. Ia tersenyum karena benar-benar merasa dianggap sama Jisoo sekarang. Rosé pun mengecup kening Jisoo, menempelkan keningnya juga ke kening Jisoo. Hidungnya di gesek-gesek dengan senyum yang tulus di wajahnya itu.

THE COOL SWEET GIRL [CHAESOO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang