01. Bandara

56.2K 853 131
                                        

“Hanya soal waktu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hanya soal waktu. Allah selalu tau kapan akan mempertemukan hambanya.”

“Ibu-ibu dan Bapak-bapak, sembari kita mulai mendarat, mohon pastikan punggung kursi dan meja Anda berada dalam posisi tegak. Pastikan juga sabuk pengaman Anda terkait dengan baik dan seluruh barang bawaan tersimpan di bawah kursi di depan Anda, atau di penyimpanan atas. Terima kasih.” Itulah kira-kira arti dari ucapan seorang pramugari yang berdiri didepan sana.

Pesawat dengan perjalanan Jeddah – Jakarta, kini baru saja mendarat di bandara Soekarno-Hatta setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 jam. Para penumpang dari daerah yang berbeda dan tujuan yang berbeda mulai turun dari pesawat satu-persatu. Salah satu dari penumpang tersebut adalah sang tokoh utama.

Lelaki itu berjalan melewati lobi demi lobi sambil mengotak-atik ponselnya. Sepanjang jalan, orang-orang terus saja memerhatikan dirinya, bukan karena ada yang aneh dengan dirinya, tapi karna daya tariknya yang memang sangat kuat. Wajah nya tak luput dari senyuman tipis.

Sudah lama lelaki tersebut tidak pulang ke tanah air, Indonesia. Ia berencana untuk mengejutkan keluarganya dengan kedatangannya yang sudah 4 tahun tak pulang, karna ia kuliah di luar negeri, lebih tepatnya di kota Madinah. Setelah berjalan cukup jauh. Akhirnya lelaki itu bisa keluar dari area bandara. Di waktu yang bersamaan, sebuah mobil berhenti di hadapannya.

Tit! Tit!

Bisa di pastikan mobil itu adalah taksi yang ia pesan lewat online saat turun dari pesawat tadi.

"Dengan Mas Fathar?" Tanya supir mobil itu.

" Iya pak, Taksi yang saya pesan ya?" Tanya lelaki dengan nama Fathar itu memastikan.

" Iya pak, silahkan naik." ucap supir Taksi.

Setelah di persilahkan naik, lelaki dengan nama Fathar itu pun memasukkan dua koper besarnya ke dalam mobil dan memasuki mobil tersebut.

Alfathar Ghazi El-Zein, seorang lelaki berusia 22 tahun, ia adalah seorang pendakwah muda. Sejak umurnya 17 tahun ia sudah di biasakan untuk berceramah di tengah-tengah masyarakat, ia juga adalah seorang content creator, dengan Vidio konten ceramah islami dan vlog. Ia mempunyai banyak penggemar di Indonesia dan beberapa wilayah disekitarnya. Selain seorang content creator dan pendakwah muda, ia juga adalah seorang Gus di salah satu pesantren di Bogor, dan ia juga adalah seorang Hafidz 30 juz.

***

Setelah menempuh perjalan sekitar 3 jam, akhirnya Fathar sampai di tempat tujuannya. Di depannya sudah terpampang pagar besi yang tinggi dan di atas nya ada palang bertulisan 'Selamat Datang di Pondok Pesantren Darul Falah', di sinilah ia tumbuh dan belajar hingga ia bisa menjadi seorang pendakwah, dan di sinilah tempat ia tinggal.

Ia membuka kaca mata hitamnya dan menatap lekat pagar tersebut,"Roja'tu (aku pulang)." batinnya dengan senyuman yang mengembang.

Dengan senyum yang sangat tipis ia pun mendekati pintu pagar besi yang berukuran kecil, tempat biasa motor atau pejalan kaki keluar-masuk pesantren. Ia melangkahkan kakinya masuk, setelah itu pintu pagar ia tutup kembali. Saat masuk ke area pondok, yang pertama di dapati adalah pos penjaga. Dimana ada beberapa santri yang akan diamanahkan untuk berjaga di tempat itu.

Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang