13. Belajar Tajwid

18.6K 487 3
                                        

“Apa yang terjadi sekarang dan dimasa lalu adalah milik kita, tapi apa yang terjadi dimasa depan hanyalah milik Allah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Apa yang terjadi sekarang dan dimasa lalu adalah milik kita, tapi apa yang terjadi dimasa depan hanyalah milik Allah. Segala takdir ada pada Allah. Tugas kita hanya merancang, menjalani, dan menerima.”

2 bulan telah berlalu sejak pengucapan ijab dan Qabul, hubungan antara Fathar dan Aleya semakin dekat. Juga sejak pertemuan Aleya dengan Hera di Rumah Tahfidz waktu itu, mereka berdua jadi sering bertemu, dan Hera tetap saja melakukan hal yang sama. Tapi Aleya tak peduli sama sekali, toh, Hera sama sekali tak bisa mendapatkan hati suaminya itu. Jadi... Buat apa khawatir??

Hari ini Aleya dan suaminya akan pergi kerumah Harits, terakhir kali mereka kesana sekitar 3 Minggu lalu. Pasutri itu mendapat pesan dari Zainab, bahwa penyakit Harits kambuh lagi, meski tak terlalu parah dan bisa rawat di rumah, tetap saja mereka berdua khawatir dan memutuskan untuk datang.

"Udah siap semua?" Tanya Fathar, Aleya mengangguk, kini mereka sudah berada di dalam mobil.

"Kalo gitu, kita berangkat, bismillahirrahmanirrahim." Fathar pun menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah dan melaju menuju rumah mertuanya.

Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah mertuanya, mereka berdua segera turun dari mobil dan menurunkan beberapa barang yang mereka bawa. Mereka berniat untuk menginap 3 hari disini.

"Assalamualaikum."

Tok! Tok! Tok!

Aleya mengetuk pintu sambil mengucapkan salam, ketukan pertama tak ada jawaban, begitupun ketukan kedua. Aleya menyernyit, tumben-tumbennya, Aleya mencoba sekali lagi.

"Assalamualaikum... Ummi, Abi," panggil Aleya.

Tok! Tok! Tok!

Cklek!

"Wa'alaikumsalam." Pada ketukan ketiga, akhirnya pintu terbuka, menampilkan Zainab yang tersenyum hangat melihat kedatangan kedua anaknya dan mempersilahkan mereka masuk.

"Gimana kabar Ummi?" Tanya Fathar ketika menyalam tangan ibu mertuanya itu.

"Alhamdulillah sehat, kalau kalian?" jawab Zainab sambil menepuk pelan pundak Fathar dan melihat secara bergantian kedua anaknya.

"Kami sehat juga Ummi," jawab mereka serempak.

"Alhamdulillah." syukur Zainab.

"Abi gimana keadaannya, umi?" Tanya Aleya.

"Alhamdulillah sudah mendingan, ayo liat di kamar." ajak Zainab dan berjalan duluan.

Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang