Sudah terbit di KBM App
Dan ceritanya 40% berbeda dengan yang di Wattpad. Penulisan juga lebih rapi dan minim typo
-----
"Kalo memang kamu masih ada rasa sama lelaki itu, kenapa tidak menolak perjodohan ini dengan tegas? Bukan hanya lelaki itu yang...
" Yakin banget!" Jawab Aleya, lalu beralih mengambil sendok masak dari tangan Zainab.
" Umi nyiapin yang lainnya aja di meja," tawar Aleya.
" Ya sudah kalau gitu." Zainab pun mengambil tiga piring dan sebakul nasi, saat ini memang hanya ia dan Aleya yang berada di rumah, sedangkan sang suami sedang bekerja dan bentar lagi akan sampai di rumah. Ara adalah nama panggilan untuk Aleya dari orang rumah, atau bisa di bilang dari keluarga.
***
" Sudah selesai... masakan ummi Zainab dan Aleya Zahra sudah siap!" ucap Aleya girang sambil menata masakannya di atas meja.
" Assalamualaikum," di saat yang bersamaan kebetulan Abi Aleya-- Harits pulang sehabis kerja.
" Wa'alaikumsalam," jawab Aleya dan Zainab kompak.
Aleya berlari menghampiri sang abi yang masih berada di ruang tamu. " Yeay, Abi pulang!! Makan yok, bi!" ajak Aleya.
" masyaallah, hilang lelah Abi melihat senyuman keluarga Abi, enak sekali sepertinya masakan hari ini." puji Harits, ia melangkahkan kaki memasuki rumah.
" Iya dong, yang masak kan, Ara sama ummi," ucap Aleya.
Zainab pun berjalan mendekati suaminya, kemudian menyalam telapak tangan suaminya, " sini umi bawain tasnya Abi, setelah itu kita makan sama-sama," ucap Zainab, mengambil alih tas kerja suaminya. Setelah itu mereka makan bersama.