03. Perjodohan

18.7K 465 6
                                        

“apapun yang kita jalani hingga hari ini adalah pilihan kita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

apapun yang kita jalani hingga hari ini adalah pilihan kita. Namun, jika hasilnya tak sesuai dengan perkiraanmu. Maka, itu takdir dari Allah.”

Aleya baru saja pulang sekolah tepat pukul 15:37, setelah mengucapkan salam dan membuka pintu, ia pun memasuki rumah dan langsung menuju dapur.

"Siang Ummi," ucap Aleya saat melihat ummi nya— Zainab sedang memasak untuk makan malam.
" Wa'alaikumsalam." jawab Zainab.

" Eh! Hehehe, assalamualaikum Ummi cantik!" ucap Aleya kikuk sendiri.

" Wa'alaikumsalam anak Ummi yang cantik juga!" jawab Zainab sambil melanjutkan acara memasaknya.

" Ummi masak ayam kecap ya?" Tebak Aleya, tercium dari aromanya yang menggoda. Saat ini ia tengah duduk di kursi meja makan.

" Iya, hari ini umi masak makanan kesukaan kamu, ayam kecap dan sambal belacan." Jawab  Zainab tanpa memalingkan wajahnya pada sang anak.

Aleya yang mendengar nama makanan kesukaannya itu lantas langsung meletakkan tas nya di atas meja makan dan berantusias mendekati Zainab.

" Biar Ara, bantuin ya Ummi," tawar Aleya semangat.
" Yakin?" Tanya Zainab memastikan.

" Yakin banget!" Jawab Aleya, lalu beralih mengambil sendok masak dari tangan Zainab.

" Umi nyiapin yang lainnya aja di meja," tawar Aleya.

" Ya sudah kalau gitu." Zainab pun mengambil tiga piring dan sebakul nasi, saat ini memang hanya ia dan Aleya yang berada di rumah, sedangkan sang suami sedang bekerja dan bentar lagi akan sampai di rumah.
Ara adalah nama panggilan untuk Aleya dari orang rumah, atau bisa di bilang dari keluarga.

***

" Sudah selesai... masakan ummi Zainab dan Aleya Zahra sudah siap!" ucap Aleya girang sambil menata masakannya di atas meja.

" Assalamualaikum," di saat yang bersamaan kebetulan Abi Aleya-- Harits pulang sehabis kerja.

" Wa'alaikumsalam," jawab Aleya dan Zainab kompak.

Aleya berlari menghampiri sang abi yang masih berada di ruang tamu. " Yeay, Abi pulang!! Makan yok, bi!" ajak Aleya.

" masyaallah, hilang lelah Abi melihat senyuman keluarga Abi, enak sekali sepertinya masakan hari ini." puji Harits, ia melangkahkan kaki memasuki rumah.

" Iya dong, yang masak kan, Ara sama ummi," ucap Aleya.

Zainab pun berjalan mendekati suaminya, kemudian menyalam telapak tangan suaminya, " sini umi bawain tasnya Abi, setelah itu kita makan sama-sama," ucap Zainab, mengambil alih tas kerja suaminya. Setelah itu mereka makan bersama.

Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang