11. Kehidupan Baru

15.1K 397 1
                                        

“Perasaan suka pada lawan jenis itu wajar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Perasaan suka pada lawan jenis itu wajar. Namun kita juga harus tau batasannya. Jaga hati, mata,dan pikiran agar tak jatuh terjerumus dalam godaan setan.”

Akhir pekan sudah tiba, hari ini Aleya dan Fathar akan pindah ke rumah mereka, rumah milik Fathar yang ia bangun sejak 5 tahun yang lalu. Jika sebelumnya ia tinggal di rumah itu sendirian, sekarang ia akan tinggal dengan istrinya. Bahkan mungkin... Jika Allah kehendaki, ia juga akan tinggal dengan anak-anaknya.

"A', beneran ini kita pindah?" tanya Aleya dengan nada sedih.

"Iya, " jawab Fathar, mengambil alih koper milik Aleya dan membawanya keluar kamar.

"Tapi... Nanti aku kangen sama Ummi dan Abi gimana?" Tanya Aleya, mengikuti suaminya dari belakang.

"Rumah kita tidak jauh Aleya, hanya sekitar 30 menit dari sini. Bahkan hanya 5 menit jika dari sekolah." jawab Fathar .

"Beneran?" Tanya Aleya.

"Iya, beneran, gak mungkin saya bohong," ucap Fathar greget sendiri dengan istrinya.

"Janji ya. Kita sering-sering main kesini." ucap Aleya, mereka sudah sampai di lantai bawah.

Fathar berbalik menatap Aleya, "iya, insyaallah." ucapnya. Kemudian mereka berdua berjalan beriringan menuju keluar rumah, disana sudah ada kedua orang tua Aleya yang duduk di kursi teras.

"Sudah beberes nya?" Tanya Harits saat melihat kehadiran dua anaknya itu.

"Alhamdulillah, sudah Abi." jawab Fathar.

"Barang yang mau di bawa sudah di masukin ke mobil?" Tanya Zainab.

"Sudah Ummi, tinggal 2 koper ini." jawab Fathar.
Aleya memeluk Zainab, "Ummi... Maafin Ara ya, karna udah banyak salah sama Ummi," ucap Aleya, air matanya sudah bercucuran.

Fathar memilih untuk memasukkan 2 koper yang di pegangnya ke dalam mobil, ia tak ingin mengganggu acara nangis-menangis istrinya.

"Iya nak, baik-baik ya disana. Dengerin apa kata suami, jangan membantah." ucap Zainab, Aleya mengangguk mengiyakan, kemudian beralih memeluk abinya.

"Bi, maafin Ara ya... Ara udah banyak salah pasti sama Abi, Abi jaga kesehatan ya.. nanti Ara sering-sering main kesini deh," ucap Aleya sesenggukan.

"Abi juga minta maaf kalo Abi punya salah sama Zahra, do'ain aja Abi sehat-sehat disini sama Ummi, kalo mau kesini. Jangan lupa bawa makanan enak," ucap Harits sambil terkekeh, ia mengelus kepala anaknya dengan sayang.

Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang