14. Atala Cayla

15.4K 409 3
                                        

Pagi-pagi sekali, bahkan sangat pagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi-pagi sekali, bahkan sangat pagi. Tepat pukul 05.17, ada orang yang mengetuk pintu dari luar di sertai dengan ucapan salam juga. Aleya keluar dari kamar dan turun ke bawah, bersamaan Aleya yang berjalan ke pintu depan, Zainab juga baru keluar dari kamar, mereka saling menatap satu sama lain, kemudian bersama-sama menuju pintu, Fathar sedang berwudhu di kamar mandi kamar, sedang Harits sedang beristirahat di kamar.

"Assalamualaikum..."

Tok! Tok! Tok!

Cklek!

"Wa'alaikumsalam." ucap Aleya sambil membuka pintu
Dapat ia lihat, seorang gadis dengan baju sedikit kusut, roknya juga begitu, kerudungnya saja yang terlihat sedikit rapi. Di samping gadis tersebut ada seorang anak laki-laki, sepertinya umurnya sekitar 10 tahunan.

"Ada apa ya, nak?" Tanya Zainab

Gadis itu tampak gugup, "maaf Bu, apa benar ini rumah Hanafi?" Tanya gadis tersebut.

Aleya dan Zainab saling pandang, "masuk dulu nak," ucap Zainab, mempersilahkan 2 orang tersebut masuk

"Kamu cari Hanafi?" Tanya Zainab saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.

"I-iya Bu" jawab gadis tersebut.

"Siapa nama kamu?" Tanya Zainab, sedang Aleya hanya diam saja menonton

"Cayla, Bu, Atala Cayla." ucap gadis bernama Cayla tersebut.

"Owh.. Cayla, kamu cantik. Nama anak yang di samping kamu?" Tanya Zainab pula.

"Dia adik aku, Bu, namanya Bima." ucap Cayla.

"Kamu siapanya Hanafi, nak?" Tanya Zainab.

"Hanya kenalan saja Bu," jawab Cayla.

Aleya dan Zainab menatap curiga, "kalau hanya sekedar kenal, kenapa bisa tau rumahnya?" Tanya Aleya

"Waktu itu dia ngasih Alamat. katanya, dia punya kontarakan." jawab Cayla

"Kamu berasal darimana, nak?" Tanya Zainab

"Saya dari Bogor, Bu." jawab Cayla.

"Jauh sekali, kamu naik apa?"

"Naik bus, bu." jawab Cayla, dia menunduk, adiknya mengucek mata pelan karena mengantuk, kemudian merebahkan kepalanya di atas paha sang kakak dan tidur.

Zainab mengangguk, "kamu kenal Hanafi, darimana?" Tanya Zainab.

"Waktu itu saya pernah di tolongin sama Hanafi Bu, beberapa kali saya di tolongin sama dia, gak tau sengaja atau memang takdir." ucap Cayla

"Terus, kakak mau ngapain cari Bang Hanafi?" Tanya Aleya.

"Iya nak, sampe datang kesini subuh -subuh." sahut umi Zainab
"Seperti yang saya bilang tadi bu, katanya Hanafi punya kontrakan, jadi saya mau ngontrak." jawab Cayla

Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang