10. Bandara

14.3K 393 1
                                        

M

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

M

alam hari sudah tiba, semua anggota keluarga sudah selesai makan malam dan berkumpul di ruang tamu sambil bertukar cerita.

"Jadi, kapan kalian akan pindah rumah Athar?" Tanya Harits.

"Insyaallah, akhir pekan depan Abi." jawab Fathar.

"Lah, kita mau pindah dari sini A'?" Tanya Aleya.

"Iya Aley," jawab Fathar.

"Kok gak bilang-bilang." kesal Aleya yang duduk di samping Fathar.

"Rencana mau ngasih tau kamu malam ini, tapi kedeluan sama Abi." jawab Fathar.

"Tapi Aleya gak mau pindah A'. " ucap Aleya.

"Zah, kamu itu harus ikut suami. Gak selamanya kamu harus tinggal Sama Ummi dan Abi, lagian kan, kmu bisa kesini kapan aja." ucap Zainab.

"Tau. Kalo gak nurut suami, entar jadi istri durhaka loh!" ucap Hanafi memanas-manasi.
"Diem! Dasar jomblo." ucap Aleya.

"Bukan aku doang kok yang jom--" ucapan Hanafi terhenti saat menyadari, hanya dirinya lah di keluarga ini yang jomblo, "iya juga, cuma aku doang yang jomblo disini, adek si Gus dah pulang sama keluarganya. Kalah aku kali ini." batin Hanafi.

Sedang Aleya sudah tertawa dan Fathar sudah terkekeh melihat wajah datar yang di tampakkan oleh Hanafi, ada-ada saja Abang ipar nya itu.

"Kamu kapan balik ke Mesir?" Tanya Harits kini pada Hanafi.

"Besok lusa Abi. lulus kuliah bulan depan. Setelah itu menetap disini." jawab Hanafi.

"Sudah di siapin semua barang kamu?" Tanya Zainab.
"Alhamdulillah sudah umi, Hanafi gak bawa banyak barang kemarin waktu mau kesana." jawab Hanafi.
"A'. " panggil Aleya, Fathar memalingkan wajahnya ke arah Aleya.

"Aku lusa libur aja ya, sekolahnya. Mau ikut ngantar Abang." ucap Aleya.

Fathar berfikir sebentar, "boleh deh, nanti Aa' izin sama Om." ucap Fathar.

"Makasih A', makin sayang deh sama Aa', " ucap Aleya di depan keluarganya tanpa beban, sedang Fathar sudah merah telinga di sampingnya.

"Hargai yang jomblo," ucap Hanafi, ia merasa bak nyamuk disini.

"Ganggu aja, makanya cari istri, biar gak jomblo lagi. Masa kalah sama adiknya, liat aku, udah punya suami. Bisa begini, bisa begini, gak dosa." ucap Aleya sambil menggandeng tangan Fathar kemudian mencium pipi suaminya itu.

Fathar? Bagaimana kabarnya? Telinganya yang sudah merah malah semakin merah, tadi di panggil sayang, lalu di gandeng, sekarang pipinya di cium. Arghhh... Ingin rasanya Fathar teriak saking salting nya. Istrinya nakal sekali.

"Udah ah, Zah, kasian Abang mu ntar jadi cacing kepanasan, soalnya gak bisa mesra-mesraan kayak kita yang udah punya suami." ucap Zainab ikut menimpali.

Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang