{🔛MYSTIQUE BOND - BAHASA}
❝Ketika bumi mempermainkan sembari tertawa terpingkal-pingkal sebuah rasa yang telah mati.
Tak pernah setuju pada rembulan yang selalu memperhatikan di tengah gelapnya malam.
Memangnya apa yang harus dipertahankan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❝HANYA, SEGALA KESIALAN DAN KETAKUTAN INI BIARLAH AKU YANG RASAKAN.❞
╞═════𖠁★𖠁═════╡
Ansel memasrahkan diri pada sofa yang ia duduki. Pening langsung mendera kepalanya sebagaimana ombak menghantam karang. Ia pejamkan mata hanya untuk melihat kilas bayang wajah seorang gadis di pelupuk matanya, yang selalu menghantui dirinya akhir-akhir ini. Wajah kecil nan pucat dengan pipi agak berisi itu entah sejak kapan sudah menjadi kesukaan Ansel. Tanpa sadar Ansel tersenyum tipis kala bayang-bayang Ranaya tak pernah lepas dari ingatannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau itu kurang ajar. Apa mau dikata, Ranaya sudah jelas makin membencimu."
Celetukan itu berasal dari Luke yang tengah memetik senar-senar gitar miliknya. Bukan tanpa alasan Luke bisa berada di sini, ia diperintahkan oleh Sora menemui Ansel untuk menjelaskan detail permasalahan yang terjadi diantara pemuda alpha biru dengan si gadis manusia. Sora hampir menangis menceritakan bagaimana keadaan Ranaya ketika ia menemukan gadis manusia itu hampir tak sadarkan diri dengan tampilan yang berantakan di ruang seni rupa. Sora tak banyak mencerca dengan pertanyaan tak penting pada Ranaya, gadis itu segera menelpon Luke untuk membawa Ranaya ke ruang kesehatan. Sora pun tak banyak berkata perihal apa yang menimpa Ranaya, ia kemudian hanya meminta Luke untuk menemui Ansel dan menjelaskan apa yang terjadi.
Ansel menghembuskan napas panjang. Rasa bersalah yang teramat mencengkram kuat di relung jiwa sampai Ansel rasa-rasanya ingin sekali menghajar dirinya sendiri sampai babak belur. Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana ia bisa berlaku sebiadab itu terhadap Ranaya? Ansel merasa tak ubah dari penjahat kelamin jika ia teringat kejadian di ruang seni rupa tempo hari. Ketika tamparan keras Ranaya berhasil menyentak kewarasannya, Ansel betul-betul linglung untuk menyadari apa yang sedang terjadi. Terlebih menyaksikan keadaan Ranaya yang tampak berantakan dengan derai air mata yang membuat hati Ansel teriris pedih. Apa yang telah ia perbuat? Apa yang telah alpha dalam dirinya ini perbuat?
Maka untuk menemukan jawaban dan untuk menenangkan dirinya yang sempat hilang kendali. Ansel memilih meninggalkan gadisnya di tengah kepiluan yang Ranaya rasakan akibat perbuatannya. Bukan Ansel lari dari masalah, ia masih belum bisa berpikir jernih untuk menyelamatkan Ranaya dari dirinya sendiri. Ia pun tengah mati-matian melawan sang alpha yang bersemayam dalam dirinya selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, Ansel dengan segera mencari keberadaan Sora, hanya untuk menyelamatkan sang mate yang terluka lagi karena dirinya. Ansel buka lagi memikirkan cara untuk meminta maaf pada Ranaya, tetapi apakah ia mampu mendapatkan maaf dari si gadis manusia?