[MYSTIQUE BOND] : 14. Bunga di Sela Retak

98 7 16
                                        

❝MANAKALA JIWA TELAH TERBASUH DARI LUKA MENGHITAM, OLEHNYA SANG KASIH YANG MENYEMBUHKAN

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

MANAKALA JIWA TELAH TERBASUH DARI LUKA MENGHITAM, OLEHNYA SANG KASIH YANG MENYEMBUHKAN.

╞═════𖠁★𖠁═════╡

Dua minggu terasa seperti dua musim penuh penantian bagi Ansel

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dua minggu terasa seperti dua musim penuh penantian bagi Ansel. Ia tenggelam dalam lembur, rapat, dan tumpukan dokumen yang seakan tidak mengenal belas kasihan. Ansel membiarkan itu semua terjadi sebagai bentuk penghukuman atas dirinya. Namun di tengah kesibukan yang mencekik itu, yang paling mengganggu justru bukan deadline—melainkan bayangan Ranaya. Bayangan si gadis manusia yang selalu muncul ketika ia menutup mata, ketika ia menyeduh kopi yang entah sudah keberapa, ketika ia memandang pantulan dirinya yang tampak semakin kusut.

Perasaan malu dan amarah yang menghantui di pikirannya membuatnya memilih menghilang. Meskipun kiriman mawar masih rutin Ansel lakukan untuk gadisnya, hanya saja beberapa hari belakangan Ansel tidak memiliki waktu barang sejenak untu kembali memantau langsung di sudut jalan kehidupan sang mate. Memar di wajahnya belum sepenuhnya pudar, kumis dan janggut tipis tumbuh tak terurus, dan tubuhnya yang letih menyatakan bahwa ia telah melewati batas. Kadang ia tertidur sebentar di meja kerja, hanya untuk terbangun oleh rasa bersalah yang lebih menyakitkan daripada punggungnya yang pegal nyaris seolah patah.

Pada malam yang gelap dan hening, ketika jarum jam hampir menyentuh larut, bel apartemen berbunyi. Ansel baru saja menutup laptop ketika bel apartemennya berbunyi. Ia mengernyit sejenak, ragu siapa yang akan bertamu di malam hampir beku begini. Apa mungkin itu Jansen? Sepertinya begitu mengingat sepupu kurang ajarnya itu senang sekali kabur kemari setelah bersenang-senang di kelab malam. Ansel mendengus kesal ketika membayangkan alpha dominan itu sekarang mungkin saja sedang teler di depan pintu. Namun setelah ia pikir lagi, tidak biasanya Jansen akan memencet bel—mengingaf sepupunya juga mengetahui password apartemen ini, biasanya alpha dominan itu main langsung masuk saja dan segera menggelepar di sofa ruang tamu—seperti sebuah kebiasaan.

Lantas siapa gerangan dibalik pintu ini?

Sembari menerka-nerka dan sedikit linglung, Ansel memilih dengan segera berjalan ke arah pintu kayu itu. Saat pintu disibak, waktu seakan menahannya untuk bernapas.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 22, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MYSTIQUE BONDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang