9. Bullying

231 20 0
                                        

____

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


____

Bullying merupakan segala bentuk penindasan maupun kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang menganggap lebih berkuasa terhadap seseorang, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Bullying merupakan salah satu tindakan tidak terpuji yang tentu saja merugikan korban bahkan hingga mempengaruhi kesehatan psikisnya. Faktor penyebab bullying dapat berasal dari lingkungan keluarga, sosial, maupun diri sendiri.

Bullying sendiri memiliki beberapa jenis. Bullying secara Fisik, bullying yang dilakukan secara fisik biasanya meninggalkan bekas luka di bagian tubuh, seperti memar. Bullying secara Lisan (Verbal), tindakan bullying juga bisa dilakukan secara lisan, seperti menghina, mengejek, dan mengolok-olok orang lain. Bullying secara Sosial, bertujuan untuk merusak reputasi seseorang dalam lingkungan sosial. Bullying di Internet (Cyberbullying), bentuk tindakan agresif yang ditujukan kepada seseorang melalui teknologi digital.

Pencegahan bullying sendiri. Yang pertama mengajari anak mengenai Bullying, ini sangat perlu karena anak anak harus mengetahui bahwa bullying atau menindas orang lain adalah hal yang tidak baik. Kedua, membangun rasa percaya diri pada anak, cobalah bangun rasa percaya diri anak dengan mendorongnya melakukan hal-hal yang positif dan disukai di sekolah. Dan dapat melakukan cara lain agar dapat mencegah terjadinya bullying.

Mereka yang menghakimi tidak akan pernah mengerti, dan mereka yang mengerti tidak akan pernah menghakimi.

Lara menatap lurus ke arah sang guru yang sedang mengajar di depan. Tubuhnya sudah sedikit mendingan tetapi kepalanya sering pusing tiba-tiba. Lara harus kuat, ia sudah tidak ikut pelajaran kemarin dan tadi baru saja ditanya oleh sang guru dan seperti biasa alasannya tidak diterima dan di absen alpa. Perasaan Lara sedikit sesak saat dirinya di absen alpa, tapi apa boleh buat.

“Kalian bisa catat dulu semuanya, Ibu ada rapat  jadi kalian tetap berada di kelas dan jangan buat keributan sampai jam istirahat berbunyi. Ibu pamit dulu, assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Bu Asih, membereskan buku dan laptopnya sembari berjalan keluar kelas.

“Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.” jawab mereka semua kompak.

Lara, gadis tersebut menuruti apa yang dikatakan oleh gurunya mencatat materi yang berada di papan tulis dengan tekun. Beda dengan teman sekelasnya yang sudah mulai membuat keributan, entah itu bermain bola di dalam kelas, bergosip dengan suara yang ditinggikan dan tertawa begitu keras. Lara hanya dapat diam melihat itu semua, murid murid yang aktif di kelasnya pun ikut ikutan membuat keributan. Lara tidak habis pikir kepada mereka yang terkenal pandai dan aktif.

“Ingat besok, jangan telat dan jangan lupa.” Fena, berdiri di sebelah Lara sembari berucap dengan gaya sinis kepadanya.

Lara yang merasa ada seseorang di sampingnya pun menolehkan kepalanya lalu mengangguk pelan tanda ia tidak akan lupa.

Fena mengedikkan bahunya tidak peduli lalu berjalan angkuh menuju teman temannya yang sedang bergosip dan tertawa terbahak-bahak.

Lara hanya dapat membuang napasnya sabar. Ia sekarang sedang dapat kebingungan, bagaimana ia pergi ke rumah Fena yang memang jaraknya jauh. Walaupun ia ikut pun pasti tidak akan berguna tetapi jika ia tidak ikut pasti ia akan ditanya dan Lara tidak suka memberikan alasan alasan.

Lara menggelengkan kepalanya karena bayangan dan berisik di otaknya mulai bermunculan. Lara memejamkan matanya sembari memukul pelan kepalanya menghilangkan bayangan dan suara berisik. Ini yang paling Kalara Andrina tidak suka. Bayangan dan suara berisik yang selalu menganggu dirinya. Lara beristighfar di dalam hatinya agar cepat hilang suara berisik yang memenuhi kepalanya.

“Woy! Beliin kita air mineral seperti biasa.” Vea berucap sembari terkekeh yang terdengar meremehkan kepada Lara.

Sontak Lara langsung membuka matanya lalu berdiri dari kursinya. Sebelum itu ia menganggukkan kepalanya tanda 'Baiklah.' Kalara Andrina, gadis yang selalu tidak enakan kepada siapapun.

_____

Salam hangat dari AN 🤎🥧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Salam hangat dari AN 🤎🥧

BERISIK (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang