3. Kesatria berkuda hitam

7 0 0
                                    

"Gue capek tapi ga mau nyerah"
-Vanya Xellyncia



eperti biasa Vanya sampai disekolah dengan mengendarai motor buntutnya itu, suasana sekolah sudah lumayan ramai karena sudah menunjukkan pukul 06.59 Bell masuk akan berbunyi pada pukul 07.15

"Telat telat telat telattt!" Pekik Vanya bergegas, ia melepaskan helm nya dan mengambil paper bag yang tergantung di motor

Kemudian segera berjalan dengan terburu-buru menuju ke kelas Rivan, ada yang tau apa yang gadis itu ingin lakukan

Vanya sampai didepan kelas Rivan yang mendapati pemuda yang ia cintainya sedang duduk sambil bermain game bersama ke empat temannya

Biasanya Vanya akan lebih dulu datang dibanding Rivan, kenapa? Karena gadis itu biasa menaruh kotak bekal dimeja milik Rivan tapi gadis itu tak mengetahui jika kotak bekal itu hanya berakhir ditempat sampah

"Yasudah deh gue kasih langsung aja" gumamnya kemudian melangkah masuk

"Eh neng geulis ada apa nih kesini?" Timpal salah satu pemuda, Vanya hanya memandang pemuda itu ketus

"Haii" sapa Vanya namun Rivan sama sekali tidak menoleh ke arahnya, pemuda itu sedang asik dengan dunia game nya

"Emm gue bawain bekal nih buat lu" lagi-lagi Rivan tidak menjawab, hanya teman-teman Rivan yang memandang Vanya

"Taruh aja kali nya, entar juga diambil" sahut Aiden

"Baiklah.. ini, jangan lupa dimakan yaa gue ke kelas dulu papayy" ujar Vanya melenggang pergi

Setelah kepergian Vanya Rivan baru menatap kotak bekal berwarna coksu itu kemudian berdiri

"Mau dibawa kemana tu Van?" Tanya Alfan kala Rivan membawa kotak bekal itu menuju tempat sampah

Rivan membuka bekal itu dan menatap nasi goreng dan telur yang berbentuk hati diatasnya dengan datar, dengan tanpa perasaan ia membuang seluruh isi bekal itu teman-temannya hanya mampu melongo

"Kok dibuang si Van? Mubazir tauu mending kasi gue aja" timpal Pian

"Beras murah mending gausa." Hanya itu yang Rivan katakan kemudian kembali duduk di kursinya

Batara yang sedari tadi menyimak hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir, tanpa mereka ketahui apa yang Rivan lakukan tadi tak luput dari pandangan Vanya dari arah kejauhan, gadis itu masih setia berdiri didepan kelas Rivan untuk melihat pemuda itu akan memakan bekal pemberian nya atau tidak

Tes

Satu tetesan air terjatuh dari kelompok mata gadis itu kemudian dia pergi dengan perasaan dongkol

•°•°•°•°•

Sebelum memasuki kelasnya Vanya mengusap matanya agar terlihat tidak sembab kemudian melangkah masuk kedalam kelas dan mendapati teman-temannya yang sudah berkumpul membicarakan sesuatu

"Woyy gosip apa nih pagi-pagi gini??" Ujar Vanya dengan suara cempreng nya yang membuat seluruh kelas menatap dirinya

"Nahhh akhirnya lu dateng, sini-sini gue ada gosip menyangkut Zoya" ucap Fanny

"Wahh tumben, yauda apa?" Setelah menaruh tasnya asal ia segera duduk bergabung disamping Nazwa

"Lu tau ga si Zoya tuh-"

"Selamat pagi anak-anak" tiba-tiba saja datang seorang guru yang

Vanya berdecak kesal kemudian berdiri dan kembali duduk ditempatnya, pelajaran berlangsung dengan tenang sebabnya guru yang sedang mengajar sekarang ialah guru killer siapa yang berani melanggar peraturannya Vanya akui, nyali dia keren sih

Vanya XellynciaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang