"trust me, jatuh cinta sama orang yang mencintaimu itu menyenangkan"
-Vanya Xellyncia
•
•
•vanya yang melihat wajah serius ketiga temannya itu seketika tertawa terbahak-bahak
"g-gue becanda kokk" seketika ketiganya langsung mendelik kearah vanya itu
"gue udah serius padahal" cibir nazwa
vanya terkekeh kemudian menatap dua orang gadis yang baru memasuki kawasan kantin, mata vanya berbinar dengan sebuah es kepal milo yang berada ditangan kedua gadis itu masing-masing
"eh eh, kalian sini!" ujar vanya sedikit berteriak kepada kedua gadis itu,
kedua gadis itu saling menatap satu sama lain, kemudian menghampiri vanya takut-takut
"kalian beli itu dimana?" tanya vanya sedikit bersemangat
"dikantin IPS kak" jawab salah satu gadis itu
"yauda thanks ya" keduanya pun mulai meninggalkan vanya dkk dan menuju ke arah stand makanan yang menjual sebuah burger
"kalian mau pergi ke kantin IPS beli es kepal ga?" tanya vanya kepada ketiga sahabatnya, nazwa dan aerin menggelengkan sedangkan fanny mengangguk bersemangat
"ayo ayo! gue juga ngiler banget liat tu bocah dua tadi minum es kepal" ujar fanny beranjak berdiri
"ayolah, kita ke kantin IPS" ajak vanya kepada aerin dan nazwa
"gaa, gue udah pesen bakso soalnya" tolak aerin
"ayo nazz" vanya menarik lengan nazwa paksa
"ga mauu, gue males buat jalan" sungut nazwa
"ck, yauda gue ama fanny aja! awas lu kalau ngiler" vanya mulai melenggang pergi dengan langkah yang sengaja ia lambatkan
"kami pergi nih yee"
"gue udah jalan nihh"
"gue udah mau keluar kantinn nihh" fanny tertawa sambil menabok lengan vanya
"gue pergi yaa, dadahh"
"es kepall i'm coming!!"
"gue udah pergi nih nazz!!"
"DASAR GILAA" ketus nazwa
"GUE PERGI SAMBIL LARI NIHH" vanya memundurkan langkahnya menatap nazwa dengan senyum menjengkelkan kemudian langsung berlari dengan fanny yang mengejarnya sambil tertawa
"untung nih botol saus ga melayang di muka lo vanya!" teriak nazwa namun mustahil didengari oleh vanya dan fanny yang mulai melangkah jauh
sedangkan vanya dan fanny sudah jauh dari kawasan kantin sambil tertawa-tawa, vanya sudah menghentikan tawanya hanya fanny doang yang masih tertawa seperti orang gila
plak
"anjir lu dari tadi ketawa nabok gue mulu" protes vanya mengusap lengannya yang panas itu
"hahaha habisnya lucu aja gitu" fanny mencoba meredakan tawanya sambil memegangi perutnya yang sakit karena kebanyakan tertawa sedari tadi
"gue emang lucu" ucap vanya membanggakan diri yang mendapat delikan oleh fanny
sampaikanlah keduanya dikawasan kantin yang lumayan ramai yang lebih dominan laki-laki
"eh itu axel ama zayden ga sih?" vanya mencoba mengarahkan pandangan fanny kearah sekelompok pemuda yang duduk tak jauh dari keduanya
"jangan ditunjuk goblok!" fanny menepis tangan vanya, gadis itu kebiasaan jika melihat seseorang yang dimaksudnya suka ditunjuk

KAMU SEDANG MEMBACA
Vanya Xellyncia
Teen Fiction⚠️ TYPO BERTEBARAN ⚠️ Gadis malang, adalah kata yang cocok untuk seorang Vanya Xellyncia. Ayahnya yang berselingkuh dan mengasingkan dirinya, ibunya yang sakit-sakitan kemudian meninggal, hidup sebatang kara, dan disakiti oleh pemuda yang ia cintai...