CHAPTER 9

1.2K 220 39
                                    

Selamat siang sayang ❤️

4 chapter lagi menjelang ending ❤️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

4 chapter lagi menjelang ending ❤️

.


Jangan lupa Vote dan Komentarnya-- ramaikan seperti biasa, agar aku selalu semangat menulis.

Jika Vote dan komentarnya rame seperti biasa, maka aku akan memberikan double up untuk Phi-phi kesayanganku yang selalu memberi apresiasi dan menghargai karya sederhanaku 🩷

Oke sayang?

.
.
.

Selamat membaca ❤️

.
.
.

Lucy mengerutkan kedua alisnya, menatap Miu yang terlihat murung dan sangat gelisah.

Ya, malam ini, keluarga Lucy mengundang Miu dan kedua orang tua pria itu untuk makan malam-- dan membahas acara pertunangan yang akan berlangsung beberapa bulan lagi, usai Miu dan Lucy lulus.

Sebenarnya Miu tidak menyetujui pertunangan tersebut, bahkan sejak awal-- Miu sudah menolak dengan tegas. Namun, Miu tidak pernah bisa melawan, jika sang ayah sudah membuat keputusan.

Miu memang terlahir dan tumbuh dari keluarga terpandang dan kaya raya, tapi semua tidak seindah yang orang lain pikirkan.

Meski kehidupan Miu selalu tercukupi dan bergelimang dengan harta, namun Miu tidak menemukan kebahagiaan yang ia inginkan di dalamnya. Bahkan sejak kecil, Miu tidak pernah bisa melakukan apa yang menjadi keputusannya, karena semua kehidupannya-- seperti sudah di susun oleh orang tuanya. Lebih tepatnya, tuan Xavier ayahnya.

Ya, Tuan Xavier memang memiliki pribadi yang tegas dan terbilang cukup egois.

Sejak Miu kecil, Xavier bahkan tak jarang memberi hukuman pada Miu, jika anak itu melanggar atau melawan perintahnya. Xavier kerap mengurung Miu, atau mungkin memukul anak itu.

Miu seperti tidak di beri kesempatan, untuk memilih bagaimana ia harus menjalani kehidupan yang ia inginkan. Seperti angsa emas yang terperangkap di dalam sangkarnya.

Xavier tidak pernah mengizinkan sang putra melakukan apa yang menjadi pilihan anak itu, ia bahkan seolah menutup kedua telinganya setiap kali Miu ingin menyampaikan pendapatnya.

Bagi Xavier, hanya dia satu-satunya yang berhak mengatur kehidupan Miu, dan mengetahui apa yang terbaik untuk anak itu.

Namun, Xavier tidak pernah sedikitpun memikirkan, dampak apa yang akan ia timbulkan atas tindakannya-- terutama, bagaimana kondisi mental dan perilaku buah hatinya.

Mr.Devil || MiuKana ✓ ( END )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang