🌸🌸🌸🍃🐖
"Shou-chan, kamu yakin hanya akan sarapan dengan menggunakan menu ini?"
Setibanya di ruang makan, Shou disambut oleh pertanyaan dari ibunya, Kamiya Mayumi, yang baru saja menaruh semangkuk nasi panas dengan telur mentah di atasnya. Menanggapinya, Shou pun mengangguk mantap.
"Tentu, Okaasan¹. Aku betul-betul ingin menguruskan badan."
"Padahal Shou-chan tidak perlu melakukannya." Ibunya mendekat padanya dan memberikan sebuah pelukan. Berbeda dari Shou yang memiliki tinggi di bawah rata-rata pria dan perut bulat, Ibu Shou semampai dan cukup langsing. Menjadi Office Lady yang penuh tekanan pekerjaan dan memiliki cicilan barang rumah tangga mungkin merupakan penyebabnya. "Okaasan justru senang jika Shou-chan banyak makan. Tidak apa kan memiliki badan gembul, yang penting sehat."
Andai saja ibunya tahu pengalaman buruk yang acapkali menimpanya. Namun, Shou enggan menceritakannya.
Shou hanya tertawa ringan sambil melepaskan pelukan ibunya. Alih-alih ia yang dipeluk, sepertinya justru ibunya yng merasakan dipeluk karena tubuh anaknya yang lebar dan hangat.
"Aku ingin menjadi idol, Kaa-san. Makanya aku melakukan ini. Lagipula kalau nanti aku jadi idol terkenal, Okaasan tidak perlu bekerja lagi," ucap Shou sambil menarik kursi seberang dan mempersilakan ibunya duduk di sana sebelum duduk di kursinya sendiri. Pada mata Shou yang seringkali hanya menunjukkan keceriaan di depan ibunya itu, kini menyorot teduh. "Ada Fumio yang membantuku, jadi Okaasan tidak perlu khawatir."
Melihat tekad pada sorot mata puteranya, Mayumi jadi tersentuh. Dia pun hanya memberikan senyum serta kepercayaan penuh pada Shou. Setelahnya, mereka pun menghabiskan waktu sarapan dengan makan bersama dan membuat obrolan manis antara ibu dan anak.
***
"Pagi yang indah untuk berolahraga~"
Di halaman samping rumahnya, Shou tampak merentangkan kedua tangan ke atas sambil berbicara pada udara pagi. Niatnya di tempat ini memang ia akan melakukan pemanasan sebelum jogging di sekitaran rumah. Sedangkan ibunya berada di dalam rumah untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang menumpuk selagi hari ini adalah weekend.
Sambil pemanasan yang dimulai dari kepala, tangan, hingga kaki, Shou pun menghitung. Akan tetapi, belum juga menghabiskan setengah dari video pemanasan yang diberikan Fumio, napas Shou sudah ngos-ngosan.
Gawat, rasanya mau pingsan saja, batinnya.
Saat ia mengangkat satu kaki (tetapi tidak bisa tertekuk lurus karena terhalang oleh perut), tiba-tiba terdengar suara seseorang dari pintu depan. Shou tahu pemilik suara itu: Uno Yukari, cucu dari tetangga sebelah yang suka membantu ibu Shou dengan pekerjaan rumahnya akhir-akhir ini.
Selepas kelulusannya dari sebuah SMP khusus wanita di distrik sebelah, Uno Yukari kembali muncul dan nyaris tak pernah absen berkunjung ke rumah Shou. Kira-kira sudah hampir dua minggu. Padahal sebelumnya, gadis itu hanya kelihatan saat liburan sekolah. Itu pun jarang.
Shou kembali fokus pada kegiatannya, memaksakan diri melakukan pemanasan sampai video berdurasi 20 menit itu selesai dan rasanya Shou mau pingsan di tempat. Tepat ketika Shou terhuyung ke depan, berniat mencapai teras rumah supaya bisa duduk di sana, pintu pun bergeser dan menampakkan sosok Yukari yang sedang membawa segelas air lemon dan beberapa tusuk kue dango.
Menyadari Shou yang ambruk ke lantai teras dan megap-megap, Yukari pun dengan sigap menaruh nampan di bawah sekaligus bersimpuh untuk menggapai Shou.
"Shou-kun terlalu memaksakan diri."

KAMU SEDANG MEMBACA
Become An Idol Like You!
Teen Fiction[17+] Pertemuan Shou dengan gadis yang ia kenal dengan nama Aimi, membuat remaja laki-laki itu pada akhirnya mempunyai sebuah tujuan hidup. Ia ingin menjadi idol seperti Aimi yang ia klaim sebagai cinta pertamanya. Untuk meraih ambisinya, Shou yang...