Di dunia ini hanya ada serba dua, kiri-kanan, maju-mundur, menang-kalah. Begitu juga dengan hati, memilih atau melepas. Menerima atau mengikhlaskan, dekat lalu menjauh ataukah jauh lalu mendekat?
Siapakah dipilih untuk mendampingi? Jemariku bisa me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jika cerita bisa melahirkan semangat maka biarkan tinta menjadi saksi bagaimana aku berlayar melepas sauh yang terkait.
Melodi, nahkoda perlu ombak, gelombang dan angin untuk melahirkan sosok tangguh di Samudera.
Aku berlayar memeluk inginku, meski perahu tetap terbuai karna sapuan air. Aku tidak ingin menyerah pada gelombang. Maka aku kayuh perahu menerjang ombak untuk sampai di seberang.
Ayo menjadi saksi perjalanan perahuku mengitari samudera. Karna setiap orang adalah nahkoda untuk perahu hidupnya sendiri ....!!