Setelah terselenggaranya acara pertunangan Jungkook dengan Seokjin, kedua keluarga itu mulai mempersiapkan pernikahan mereka yang akan dilangsungkan sebulan kemudian.
Taehyung yang tadinya menetap sementara di kota Y tempat Seokjin tinggal pun, mulai bersiap-siap untuk kembali ke kota X. Namun sebelum meninggalkan kota Y, sejujurnya Taehyung ingin menemui Seokjin dan berbaikan dengannya.
Karena sejak saat pertama kali dia mengajak Jungkook berkunjung ke rumah Seokjin waktu itu, hubungan pertemanan mereka masih tetap renggang.
Makanya dia sengaja menunggu Seokjin dan Yoongi di pusat perbelanjaan, setelah tahu kalau keduanya akan pergi kesana saat makan siang.
"Hai, bolehkah aku bergabung dengan kalian?" Meski suasananya terasa canggung sejak kemunculan dirinya, Taehyung mencoba mengabaikannya. Dia langsung mendudukkan dirinya di depan Seokjin, setelah mendapatkan anggukan persetujuan dari Yoongi.
"Selamat atas pertunangan mu." Taehyung mengulurkan tangannya kearah Seokjin yang sedang menyibukkan diri dengan mengaduk-aduk minumannya.
Karena Seokjin seolah tak menyadari uluran tangan dari Taehyung, Yoongi pun mencubit pinggangnya sedikit keras.
"Aaauuuuhhh..." Seokjin melotot tajam ke arah Yoongi sambil meringis menahan rasa cenut cenut di pinggangnya.
"Hentikan sikap kekanakan mu ini Seokjin! Taehyung tidak tahu apa-apa! Dia hanya melakukan apa yang menurutnya benar! Jangan kau terus-terusan melampiaskan kekesalan mu padanya! Memang apa salahnya jika dia ingin membantu sahabatnya bertemu dengan orang yang disukainya? Cobalah menempatkan dirimu di posisi Jungkook! Bayangkan jika kamu mempunyai sahabat yang sebaik Taehyung! Aku yakin kau pasti akan sangat berterimakasih padanya! Karena aku sudah pernah melakukannya!" Yoongi berbicara dengan gigi yang terkatup rapat agar Taehyung tidak mendengarnya.
Meski Seokjin tidak mengerti apa maksud dari kalimat terakhir yang Yoongi ucapkan, tapi Seokjin menyetujui hampir semua kata-katanya.
Memang tidak seharusnya dia memperlakukan Taehyung sedingin itu. Taehyung kan tidak tahu apa-apa. Dia mana tahu kalau sebenarnya Seokjin mencintai orang lain dan tidak ingin menikah dengan Jungkook? Seokjin kan memang tidak pernah menceritakan perasaannya pada Taehyung.
Di sisi lain, Taehyung yang merasa tangannya terulur sia-sia, mulai menurunkan tangannya keatas meja tanpa melepaskan sedikitpun pandangannya dari Seokjin. Dalam hatinya dia berkata. "Sepertinya memang mustahil berbaikan dengannya sebelum aku pulang."
Namun diluar dugaannya, setelah memikirkan matang-matang perkataan Yoongi, Secara perlahan Seokjin mulai menatap wajah Taehyung.
"Hmm?" Dia reflek mengerutkan kening karena melihat Taehyung buru-buru membuang muka saat tertangkap basah sedang menatapnya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Apa ya, Seokjin merasa tatapan Taehyung barusan itu terlalu intens jika hanya kepada seorang teman.
"T-tidak... A-aku tidak sedang menatapmu Seokjin. A-aku, memperhatikan orang yang duduk di kursi belakang mu." Taehyung asal menunjuk pada siapapun yang duduk di belakang Seokjin.
"Hmmm?" Yoongi menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Taehyung. "Apa kau mengenal mereka?"
"Ku rasa?" Taehyung tidak yakin dengan jawabannya sendiri. Karena jangankan untuk mengenali orang-orang itu, Taehyung saja tidak mengetahui rupa mereka yang terhalang oleh Seokjin dan Yoongi.
"Sudahlah, lupakan. Kudengar kau mau kembali ke kota X? Jadi kapan kau akan berkemas?" Yoongi tahu, dari kantung matanya yang tebal, penampilannya yang tidak serapi biasanya serta kata-katanya yang tidak fokus, sepertinya ada masalah yang menimpa Taehyung. Makanya dia tidak ingin semakin mempersulitnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Twister
Fiksi PenggemarOK READERS, TINGGALKAN VOTING YA 😎 Berisi sekumpulan ide cerita yang mungkin terbesit TaeJin BxB Tae Top! Jin Bot! Hanya akan update disaat ada ide yang muncul tentunya
