mark terus menggandeng tangan jeno seolah takut istri nya itu akan hilang.tidak perduli dengan tatapan orang lain,mark malah bangga memamerkan jeno kepada semua orang bahkan jika bisa mark juga ingin memamerkan jeno kepada orang diseluruh dunia ini.mark ingin semua orang tahu bahwa jeno adalah pasangan yang sempurna.
sebuah senyuman selalu terpasang apik di bibir mark sejak keduanya memulai kegiatan jalan-jalan nya.saat ini kedua nya sedang berada di jembatan merah dengan disamping kanan dan juga kirinya ditumbuhi pohon besar dan daun nya yang gugur menambah kesan romantis bagi keduanya.sebuah hilir air dari sebuah sungai dibawah jembatan itu membuat suasana nya semakin syahdu.
meski begitu mark tidak bisa berpaling dari wajah jeno.merasa menyesal ketika mengamati wajah polos yang sangat indah menurutnya itu.bagaimana bisa ia sejahat itu? melukai seorang malaikat berhati baik seperti jeno hanya demi seorang iblis yang kejam.
mark ingin menangis,jika saja ia bukan karena bantuan hyunjin mungkin dirinya tak bisa bertemu dengan jeno sampai sekarang.mark berani bertaruh sebab terakhir jeno ingin pergi jeno juga membahas soal perceraian.
tidak mau,mark tidak mau menceraikan jeno.baginya jeno sudah sangat sempurna.sehrusnya jeno memerahinya dan bukan nya malah mengalah membuat hati mark semakin tak kuasa menahan penyesalan nya.
"mas,kenapa?" mark tersenyum saat mendengar suara indah jeno membuyarkan lamunan nya.
"mas liat apa kok senyum-senyum begitu?"
"sesuatu yang indah"
"apa?"
"kamu"
jeno segera memalingkan wajahnya,ia tidak mau kalah secepat ini.jeno mengerti mengapa mark mengajak nya keluar berduan tanpa putra kecil nya karena jeno tahu.mark tengah memperjuangkan hatinya.
"tunggu disini sebentar ya,jangan kemana-mana" jeno mengangguk patuh.
membiarkan mark pergi dan meninggalkan dirinya sendirian.jeno tidak tahu kemana perginya mark karena sosok itu telah dimakan tikungan dan juga tembok diakhir pandangan nya.
jeno mendongak,menatap takjub pepohonan diatasnya.bagaimana bisa daun seindah itu?
jeno kembali menunduk saat salah satu daun gugur diatas pahanya.jeno mengambilnya dan mengamati daun tersebut.
"daun nya masih bagus.warnanya nya orange cerah tanpa sedikit pun cacat.benar kata ayah dulu,tidak semua yang jatuh itu rusak dan tidak semua yang bertahan itu sempurna"
jeno memainkan daun tersebut sambil menunggu mark kembali.namun hingga dua jam lamanya lelakinya belum juga kembali
jeno takut,ia takut ditinggalkan seorang diri apalagi orang-orang menatap dirinya dengan tatapan penuh selidik sebab dirinya yang terys duduk dibangku itu selama dua jam lama nya.
ia ingin menangis..
"jeno"
jeno mendongak,matanya semakin berair dan siap merembes keluar terjun ke bawah saat melihat apa yang mark bawa.
sebuah boneka beruang besar,buket bunga mawar kesukaan nya dan juga sebuah cincin yang tengah mark sodorkan dibawahnya layaknya seorang kekasih yang ingin melamar sang pujaan hati.
semua orang yang melihat aksi romantis mark pun bertepuk tangan riuh menbuat jeno semakin malu dan tidak tahu harus apa.
"terimalah cincin ini lee jeno,anggap saja aku tengah melamar mu kembali dan setelah ini aku akan Benar-benar menjaga mu seumur hidupku"
jeno memukul bahu mark kencang hingga sikorban meringis sakit.
jeno menerima uluran tangan mark,membiarkan suaminya itu memasangkan cincin berukir kan sebuah nama 'jn&mk' disamping cincin pernikahan nya.hal itu juga jeno lakukan pada mark,dengan tangan sedkit bergetar ia memasangkan cincin itu dijari manis suaminya.
