Sepupu

37 3 0
                                        

Semua orang yang berada di minimarket tersebut,mulai bebisik-bisik,kala mendengar apa yang diucapkan oleh Ara.

"Hah? Jadi itu istri dari for demons? "

"Hei,mana mungkin? Selama ini istri mereka sangat dirahasiakan. "

"Hum ya,aku tidak percaya. "

"Jaman sekarang banyak gadis yang berpikiran seperti itu. "

Mendengar bisik-bisik tersebut, Mentari dan Diana memyeringai. Namun terbesit dalam pikiran mereka, bahwa gadis  berani yang ada di depan Mereka ini, bisa saja tidak berbohong.

" Kau pikir kami akan mempercayai gadis sepertimu hah? Asal kau tau saja banyak jalang di luar sana yang mengaku-ngaku seperti dirimu." Jawab Dinda dengan tatapan remeh.

" Ya! Yang diucapkan oleh Dinda itu benar, Bagaimana mungkin kami percaya gadis sepertimu? DASAR JALANG! Bahkan semua orang disini pun tidak percaya padamu. "Tambah Mentari.

"Siapa yang kau sebut jalang hah? "
Seketika tubuh Mentari dan Dinda menjadi sangat kaku pada. Mereka berbalik dan terlihatlah 4 pria yang sedang menatap mereka tajam.

Mendengar kalimat dingin itu, semua orang menoleh ke arah suara. Seketika, bisikan-bisikan kecil dari orang-orang yang ada di minimarket tersebut.

"Hei itu kan empat orang yang memiliki perusahaan besar dimana-mana bukan? "

"Hey itu adalah for demon! "

"Wah, sepertinya gadis ini memang istri mereka. "

Dinda dan Mentari, seketika merasa terpana melihat wajah tampan keempat pria tersebut Dinda dengan sengaja membusungkan dadanya dan berjalan dengan langkah yang anggun.

Dengan berani Dinda mengusap peran dada Sagara. Yap benar yang saat ini berada di depan mereka adalah keempat suami Ara, yang tidak lain adalah Sagara, Zion, Alaric, dan Arthur.

"Cih, Jalang sepertimu berani menyentuhku hah" Ucap Sagara dengan dingin.

" Oh Ayolah tuan, Kau tidak lihat tubuhku ini? Mari kita bermain semalaman, dan kupastikan kau akan melayang malam ini." Goda Dinda sambil terus mengelus dada Sagara.

Sagara yang sudah kepalang emosi berusaha untuk mengontrol ekspresinya. Ia lalu mengisyaratkan beberapa Bodyguard yang ada di belakangnya untuk membawa Dinda.

Bodyguard-nya yang mengetahui isyarat tuanya, segera membawa Dinda keluar dari minimarket tersebut.

" HEI APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH? TUAN KENAPA KAU MELAKUKAN INI HARUSNYA KAU TERGODA BUKAN?" Teriak

"Ck ck, Ya ampun baru kulihat ternyata masih ada spesies gadis yang sepertimu. "

Dinda yang masih memberontak, ketika para Bodyguard mulai ingin membawanya, menatap Ara dengan wajah kesal ketika mendengar ucapan Ara.

"KAU, BERANINYA KAU BERKATA SEPERTI ITU, PADA ORANG TERPANDANG SEPERTIKU. " Teriak Dinda, semakin menggila.

Mentari yang melihat keadaan Dinda, berusaha untuk mencari akal.

"Wow lihat ini, anak anjing berani berteriak kepada tuannya. " Jelas Ara.

" Jadi kau bilang tadi bahwa aku berani berteriak pada orang yang terpandang seperti dirimu? Hei hei hei bahkan posisi keluargamu itu masih jauh di bawah diriku. Bahkan harga dirimu itu tidak sebanding dengan apa yang aku miliki! Jika aku mau aku bahkan bisa membuat perusahaan keluargamu itu bangkrut hanya dalam sekejap mata. " Tambah Ara, dengan wajah yang terlihat santai.

"Cepat bawa dia pergi! " Perintah Ara, kepada Bodyguard yang masih setia mencengkram kedua tangan Dinda.

Mentari yang melihat itu, seketika menjadi panik. Lalu ide licik dan gila, muncul di otaknya. Ia mengambil pisau di tas selempang nya, lalu menarik kedua tangan Ara dan menahannya di punggung Ara, lalu mengarahkan pisau di leher mulus Ara.

Alea Or KanaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang