Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suasana panti siang itu ricuh saat bu Astri di ringkus oleh kepolisian, data yang mereka dapatkan sudah cukup. Bu Astri bermain rapi beberala tahun belakangan ini, dan identitas nya sebagai pemilik panti membuatnya aman sekali dari kecurigaan polisi.
Reivan menatap Bu Astri yang di paksa masuk ke dalam mobil polisi itu, ia tengah memeluk Clara yang dari tadi berusaha untuk mengejar ibunya.
"Lepasin! Aku mau ikut ibu!" Clara memberontak, ia sudah menangis sejadi-jadinya.
"Hey... Clara, ibu cuma pergi sebentar ya" Reivan berjongkok, menatap manik mata Clara seraya membersihkan air matanya yang merembes.
"Bohong! Kalian semua pembohong! Aku mau ikut ibu!"
Clara memberontak, bahkan boneka beruang yang selalu ia bawa itu sudah ia jatuhkan, Reivan berusaha menenangkan Clara namun gadis kecil itu lincah, sedikit saja Reivan melonggarkan pegangannya ia sudah berlari menyusul mobil polisi itu.
"Kembalian ibu aku! Kembaliin!"
"Ibu!"
Reivan menarik tangan Clara, nyaris saja gadis itu lari ke jalan, ia merengkuh Clara ke dekapannya, Lily benar. Orang jahat itu tidak ada, yang ada hanya orang baik yang sesekali melakukan kesalahan.
Samudra menatap ayahnya yang berdiri di sampingnya, baru saja sampai. Ia bergegas ke sini dari rumah sakit.
"Pa..."
"Kamu sudah tau kan?" Potong Tuan Baskara cepat. Samudra hanya mengangguk sebagai jawaban, ia melihat Bintang yang masih dengan kursi rodanya, menatap kepergian ibunya.
Bintang turut menatap ke arah Samudra, namun ia segera membuang wajahnya. Melihat itu Samudra langsung menghampiri Bintang, berjongkok menatapnya.
"Kita... Berarti udah lama ga ketemu ya, Bintang" ucapnya "sekarang Panti ini kamu yang urus, dulu kita main-main di sini, lari-larian tanpa beban" ujar Samudra.
Sejenak Bintang menarik nafasnya "ini semua salah aku, aku yang kasi tau ibu tentang keberadaan Lily, andai... Andai mata aku ga gelap karena aku liat dia sama kamu di taman rumah sakit... Aku... Aku jahat"
"Kamu... Kamu suka sama Lily?" Bintang menatap Samudra, ia mengangguk pelan "sudah lama, aku selalu suka Lily. Tuturnya, cerianya semuanya, aku suka. Dia yang gantiin kamu setelah kepergian kamu yang aku kira sudah meninggal" jelas Bintang, ia sudah tau semuanya. Reivan yang menjelaskan detailnya kepada Bintang.
"Kenapa ga kamu perjuangin dia?"
Bintang menarik nafasnya "Lily pernah bilang, orang yang dia suka itu adalah orang yang jadi tokoh utama di novelnya, dan... Sejauh ini dia belum pernah nulis nama siapapun, sampe... Nama kamu muncul di novelnya yang aku baca diem diem" Bintang menarik nafasnya, kembali menyambung ucapannya.