Lily Sakit?

291 16 2
                                        

PLAK!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

PLAK!

Nyeri seketika menjalar di bibir Lily, ia memegang pipinya, saking kerasnya tamparan itu tampak pula sudut bibit Lily mengeluarkan darah.

Ia terjatuh karena dorongan dari Bu Astri setelah tamparan itu. "Gara-gara kamu, anak saya masuk rumah sakit!"

Bu Astri menendang gadis itu, membuat Lily merintih memohon agar bu Astri segera berhenti, tubuhnya terasa lebih sakit dari biasanya.

"Bu... Sakit... Udah ya, aku minta maaf."

Percuma, rintihan itu tidak di pedulikan bu Astri. Ia terus menendang Lily dengan kuat, bahkan saat punggung Lily sudah menyentuh dinding, tendangan itu tak berhenti.

"Pasti kamu yang suruh dia buat naik ke loteng kan?!, ngaku!"

Lily memperbaiki posisinya, ia duduk meringkuk saat tendangan itu berhenti sejenak. Badannya rasanya remuk, ia memeluk lututnya, bahunya gemetar bibirnya berdarah dan lebam di mata bagian kiri terkena tendangan tadi.

"Bintang yang naik bu, aku ga pernah su-

"Bohong!" Bu Astri kembali menendang Lily dengan keras, untuk terakhir kalinya. Setelahnya ia berbalik dan pergi dari sana, tak lupa dengan acara menutup pintu dengan keras.

Lily merangkak ke kasurnya, meringkuk di sana. Badannya sakit, tubuhnya lemas bibirnya berdarah dan matanya lebam.

"Ma... Aku capek"

***

"Samudra, apa-apan kamu usir Naura begitu, dia yang rawat kamu pas kamu baru aja kecelakaan seminggu lalu Samudra" Tutur Papa Samudra, lelaki berkepala empat itu baru saja mendapat laporan dari Naura bahwa Samudra mengusirnya dan memilih di suapi makan siang oleh Lily, gadis antah barantah.

"Naura cerewet, dia selalu marah. Ga bisa sabar, dan kegatelan. Aku mau perawat yang mirip mendiang mama, gamau yang kaya gitu" mendengar itu, kening pak Baskara mengkerut. "Lagipula Samudra udah ga butuh kursi roda, Samudra udah sembuh, Samudra ga butuh dia"

Bukan soal permintaan dari Samudra, namun ia ingat ibunya? Itu tidak mungkin. Alzheimer tidak bisa sembuh tiba-tiba, bahkan dengan pengobatan pun penyakit itu tidak bisa sembuh total.

"Mendiang mama? Kamu inget mendiang mama?"

Wajah Samudra berubah kikuk, ia menggeleng "otak aku lupa, tapi hati aku engga pa." Samudra menghela nafasnya, matanya menerawang keluar sana.

"Lily itu mirip mama, semua hal tentang mama yang walaupun aku udah ga inget lagi sama Mama, aku bisa rasain itu"

"Lily itu gadis antah barantah Samudra"

Canvas Tanpa Warna [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang