Chapter 01

1.3K 129 122
                                        

FYI : Kalau Vote sudah mencapai 20+, aku akan update kelanjutannya ya😘

Sebelum baca. Jangan lupa vote dan commentnya ya. Terimakasih🥰🥰

HAPPY READING

🍁🍁🍁

Seorang wanita tengah berkutat dengan laptopnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seorang wanita tengah berkutat dengan laptopnya. Jemari lentiknya bernari-nari di atas papan keyboard. Sorot matanya menatap fokus pada layar didepannya. Alenka Ceisya Renjana— seorang penulis yang baru digelutinya selama dua tahun. Belum begitu lama, namun salah satu novelnya cukup terkenal walaupun karyanya tidak banyak. Awalnya Alenka tidak tertarik untuk menjadi seorang penulis. Namun membaca novel karya penulis favorite-nya adalah salah satu kegemarannya.

Alenka tengah mengerjakan novel ketiganya yang berjudul 'Senja'. Novel tersebut mengisahkan seorang remaja perempuan yang kehilangan semangat hidupnya, pasca kehilangan orang-orang tercintanya. Di kisahkan Senja hidup sebatang kara. Alenka lebih menyukai novel-novel dengan genre kesedihan. Oleh karena itu, kedua novel karyanya yang sudah diterbitkan mengusung tema kesedihan dan kesepian.

Alenka menyandarkan tubuhnya pada headboard ranjang di kamarnya. Setelah berkutat di depan laptop selama kurang lebih dua jam, tubuh Alenka sudah merasakan kelelahan. Karena semenjak hamil, ia lebih cepat merasa letih. Tangan Alenka mengambil handphone-nya yang ia letakkan di atas meja kecil tepat di samping ranjang tidurnya. Netranya melihat ada beberapa pesan masuk yang menunggu balasannya.

Alenka turun dari ranjangnya dan melangkahkan kakinya keluar menuju dapur. Sejak siang ia belum memasukkan makanan ke dalam tubuhnya. Tangannya lalu beralih mengelus perut buncitnya. Seakan meminta maaf kepada sang buah hati, karena ia lalai melupakan memberi asupan.

Suasana rumah sangat sunyi. Seluruh asisten rumah tangga sudah di dalam kamarnya masing-masing. Sedangkan untuk Varen sendiri ia memilih tidak peduli dengan keberadaan pria tersebut. Tangan Alenka menekan tombol saklar untuk menghidupkan lampu dapur. Kakinya lalu melangkah ke arah kulkas dan mengambil dua buah apel merah. Setelahnya Alenka melangkah menuju meja makan dan membuka tudung saji. Netranya melihat ada beberapa jenis masakan yang sudah dingin.

Tangan Alenka mengambil piring dan menyendokkan nasi serta lauk-pauknya. Alenka bersyukur, sejak awal kehamilannya ia tidak mengalami mual dan muntah yang berlebihan. Serta nafsu makannya yang terbilang cukup baik. Alenka mulai memakan makanannya tanpa menyadari ada seorang pria tengah melangkah menuju dapur.

Netra Varen melihat kehadiran sang istri yang sedang menyantap makannya. Namun pria itu memilih bungkam tidak mempedulikan Alenka. Sama seperi Alenka, wanita itu tetap fokus akan makanannya, tidak peduli dengan kehadiran Varen. Suasana dingin sudah bukan hal aneh dalam rumah tangga mereka.

ALENKA | chanrose [COMPLETE]  ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang