Update 🤗
Happy Reading 😀 👍🏻
*****
"Heh, Kang Taehyun."
"Eung?"
"Gila ya?"
Pria Februari itu mendecak sebal, kegiatannya mengaduk telur jadi terhenti. Ia menatap tajam si darah campuran yang tinggi menjulang di sampingnya.
"Wah, atas dasar apa tuan Huening ini mengataiku? Kalau mau ribut bisa tidak menungguku selesai sarapan?"
"Berapa lama?" Tanyanya dengan sabar
"Yang benar saja!"
Taehyun memutar matanya malas, baginya Hueningkai ini terlalu berlebihan mencampuri urusan orang lain. Jika waktu itu masalah para hyung tertua, maka kali ini bisa dipastikan ada kaitan dengan dirinya.
"K-kau!"
"Kai-ya angkat panggilannya atau ponsel baru mu itu aku buang!" Teriak seseorang dari ruang tengah
"Ani~ Hyung!"
"Ck, bayi tengil itu suka sekali merusuhi!"
Taehyun kembali fokus pada telur yang akan digorengnya, samar-samar ia mendengar suara sang teman yang tengah menelpon seseorang.
"Eyy, aku baru sampai semalam tapi kalau kau menjemput ku untuk makan mie pedas itu aku sih mau saja. Jadi bagaimana? Di jemput kan Jaeyoon-ssi?"
"Cis, pinguin itu kalau samaku saja sensitif sekali."
"Ne? Ajak Taehyun? Tidak, dia sedang berkamuflase menjadi batu!"
Tawa renyah pria berdarah campuran tadi terdengar nyaring. Member tertua yang sebelumnya sibuk berkutat dengan tab itu beranjak pindah ke dapur, menduduki kursi di belakang bar kitchen dengan wajah muram.
"Hueningkai, kalau tertawa tidak pernah kurang dari 120 derajat diameternya!"
"Adik kesayanganmu!" Sahut Taehyun sama-sama tidak bersahabat
"Eh? Taehyun-ie? Sedang membuat sarapan ya? Bisa buatkan hyungmu ini sekalian?"
Ia mendengus kasar, mengangkat gulungan telur keatas nasi goreng kimchi yang lebih dulu ia siapkan sebelum teman seusianya nya itu datang merusak paginya
"Buat Hyung saja ini, aku akan sarapan diluar."
Dahi si sulung mengernyit, "Sendirian?"
Dibandingkan bertanya mengapa pria bernama Choi Yeonjun itu lebih penasaran dengan siapa maknae grupnya itu akan keluar di hari panas ini.
"Teman lamaku, Lily!"
*****
"Noona, kenapa datang pagi-pagi?"
Sunoo mengernyit heran saat mendapati Lily tengah menyusun roti panggang dan buah berry di atas tujuh piring serupa.
"Sunoo-ssi, aku membuatkan sarapan untuk kalian. Ayo dimakan, susu hangatmu akan menyusul nanti."
Laki-laki itu merasa kesal sebab ucapannya tadi tak diindahkan. Bukan ia tidak senang mendapatkan perhatian seperti sekarang, namun maksud dari Lily terlalu jelas. Bagaimana cara gadis itu menjawab pertanyaan tampak ingin menyampaikan hal lain.
"Noona, jujur saja. Kenapa pagi-pagi datang kemari? Hari ini juga tidak ada jadwal kecuali hanya jika aku panggil."
Lily menghentikan kegiatannya, gelas yang berisi bubuk susu diletaknya diatas meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
More Than Hour || Kim Sunoo
FanfictionLebih dari sekedar jam Lebih dari sekedar menit Lebih dari sekedar detik Lebih dari sekedar pertemuan Lily tidak menyesali apa yang sudah ataupun tengah dijalaninya. Prinsipnya hanya sederhana jika diucapkan. Hadapi! Jalani! Lewati! Ntah apapun itu...
