Twenty - Eight

34 2 1
                                        

Up!!




Happy Reading 😀





*****

"Kejam sekali!"

Sunoo menghempaskan lengan Lily begitu keduanya sampai pada salah satu gudang property di lantai yang berbeda. Dia tidak mau Hera menyusul jika membawa Lily ke rooftop atau tempat terbuka yang sekiranya biasa digunakan untuk mengobrol.

"Setelah tahu perasaan ku, kau ingin pergi begitu saja. Bukankah itu kejam, Lily-ssi?"
"Aku bahkan tidak memaksamu untuk membalasnya, tapi pergi begitu saja bahkan belum ada 24 jam sejak kita berbicara itu sangat tidak adil untukku. Memangnya aku sampah, huh?"

Ada yang berbeda dari sikap Sunoo yang begitu perhatian padanya pagi tadi dengan sekarang. Pria itu memandang Lily penuh kebencian.

"Berhenti bersikap kekanakan ya kan? Maka dari itu pikir sekali lagi sebelum tindakan mu membuat namaku tercoreng."

Lily terdiam sejak awal Sunoo membentaknya. Tangannya mengepal erat sebelum terangkat mendorong pria dihadapannya.

"Bajingan!" Teriaknya

Untuk kali pertama ia menunjukkan suara kerasnya pada Sunoo. Tidak hanya satu kali, gadis itu terus mendorong Sunoo dengan pukulan di bahu.

"Pembohong!"

"Manipulatif!"

Sudut bibirnya terangkat, manik rubahnya memincing tajam melengkapi seringai di wajah yang tak pernah memberikan ekspresi hidup itu.

"Tsk, Nuna? Kau ini kenapa?" tanyanya dengan nada mengejek

"Kau yang kenapa, sialan?"

Sunoo mencekal pergelangan tangan Lily saat hampir melayangkan tamparan di wajahnya.

"Sebesar apapun perasaan ku pada mu tidak membuat itu mustahil menyeretmu ke balik jeruji karena menganiaya seorang artis!"

Sunoo memotong jarak keduanya lebih menjadi lebih dekat. Ia bisa merasakan deru nafas gadis yang satu tahun lebih tua darinya.

"Harusnya kita bisa selesaikan satu-satu semua pertanyaan yang ada didalam kepala kecilmu ini kan?"

*****

"Bisa kau hubungi dia Jake?"

Jay sejak dua jam yang lalu tak berhenti menanyakan hal yang sama pada satu-satunya orang yang setia disampingnya.

"Masih belum,"

Dari tujuh orang anggota hanya mereka berdua yang terus berada di dorm. Alasannya tidak lain karena terlalu malas keluar dengan balutan sweater dan mantel tebal. Suhu minus yang sedikit lebih tinggi membuat siapapun tidak bisa menikmati aktivitas diluar tanpa bantuan hot pack memenuhi telapak tangan.

Simpel saja, mereka tidak ada yang mengajak keluar.

"Heeseung - Hyung sepertinya akan kembali sedikit lebih malam. Sunghoon ntahlah kemana pinguin jangkung itu jawabannya selalu saja rahasia. Jungwon dan Ni-ki sibuk di tempat gym perusahaan. Sunoo juga sama seperti Sunghoon, bedanya bayi rubah itu tidak memberi kabar apapun setelah bilang 'ada urusan', memang sesibuk apa sih dia?"

Pria yang tujuh bulan lebih dulu lahir hanya mengangguk-angguk kepalanya. Bukan hal baru sebenarnya yang dikatakan Jake tentang salah satu member termuda mereka.

"Biarkan saja, selagi dia tidak membuat skandal diluar sana." Jawabnya

Seharusnya Jake setuju dengan ucapan sohibnya itu, namun perasaannya seperti ada yang mengganjal. Sunoo terlalu asing untuk dipahami.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

More Than Hour || Kim SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang