Up!!!
Happy Reading 🤗
*****
Sunoo belum memahami sepenuhnya tentang perasaannya sendiri. Hanya karena Yeonjun yang tanpa sadar mendesaknya membuat ego nya tersingkir dalam sekejap. Dia memang tak seharusnya menyusul gadis itu sampai ke apartemennya, dengan segala resiko yang memungkinkan dirinya berada dalam bahaya.
"Aku sudah memberitahu Jongseong-ssi."
Lily memberikan secangkir cokelat hangat. Gadis itu masih merasa canggung meskipun bukan pertama kali Sunoo tiba-tiba memeluknya.
"Kenapa harus Jay-hyung?"
Pria itu tak melepas pandangannya dari Lily. Punggungnya bersandar santai di sofa dengan kedua tangan terlipat menopang kepala dibelakang. Tidak seperti tamu yang baru dua kali berkunjung, dia lebih berkuasa layaknya pemilik unit.
"Kebetulan dia mengirimiku pesan, jadi aku sekalian memberitahunya!"
Dahinya mengerut, Sunoo tak pernah mengira jika member tertua setelah Heeseung itu juga cukup dekat dengan asistennya.
"Apa selalu begitu? Atas kepentingan apa dia mengirimimu pesan?"
Seakan mengerti apa yang dipikirkan pria disampingnya Lily langsung menggelengkan kepala. Seharusnya ada kalimat yang lebih baik lagi untuk disampaikan pada yang lebih muda agar tidak salah paham.
"Tidak, beberapa kali hanya untuk menanyakan jadwal mu. Katanya kau selalu acuh kalau dia bertanya."
Biasanya member tak begitu peduli dengan jadwal pribadinya, meskipun pria Park itu pernah bertanya sekali namun ia abaikan. Mereka mungkin bertanya pada manager-nim lalu mengapa sekarang beralih pada asisten nya?
"Jangan berasumsi sendiri, kita semua rekan kerja Sunoo-ssi. Lebih baik beritahu aku alasan yang bisa diterima mengapa kau nekat mendatangi apartemen Hera-eonni?"
Sunoo melihat wajah lelah Lily, gadis itu seharian menghabiskan waktu untuk kencan tapi terlihat seperti tengah berada dalam tekanan. Sunoo jadi berpikir Lily tidak suka dengan kehadirannya.
"Nuna tidak suka ya aku disini? Apa aku harus pergi sekarang?"
Ia mengambil coatnya yang tadi disampirkan asal diatas sofa, walau sering bersikap sesuka hati dan memaksa kali ini Sunoo akan mengalah. Jika dirinya membuat Lily kehilangan waktu berharganya untuk beristirahat dia akan pergi.
"Jangan! Manager akan menjemputmu besok pagi-pagi sekali. Kalau kau keluar sendirian takutnya terjadi sesuatu."
Lily mencekal lengannya cukup erat, Sunoo yang sudah setengah berdiri kembali duduk kembali. Daripada mengkhawatirkan Sunoo gadis itu seperti terlihat merasa bersalah akan ucapannya.
"Kita akan meluruskan sedikit tentang hari ini Sunoo-ssi!"
Sunoo mengangguk, walau diawal dirinya merasa ragu ia ingin memastikan apakah semuanya bisa dibiarkan tumbuh begitu saja atau harus diakhiri.
"Baiklah, langsung saja. Aku menyayangi Nuna, meskipun aku seharusnya bersikap profesional seperti memarahimu karena mengabaikan permintaan dalam bekerja,"
Pria itu bisa melihat ekspresi wajah Lily yang berubah tidak enak seketika. Ia membuang pandangan kearah lain saat obsidian kecoklatan milik Sunoo tertuju padanya.
"Tapi aku tidak bisa ternyata, apalagi setelah melihatmu malah bersenang-senang dengan member grup lain. Rasanya Nuna seperti menghianatiku,"
Kalau saja Lily punya keberanian lebih untuk menampar Kim Sunoo karena sudah menguntitnya seharian ini akan ia lakukan sekarang juga. Lily tidak begitu suka urusannya dicampuri oleh siapapun itu, meskipun diam bukan berarti memberikan kebebasan pada orang lain untuk berlaku sesuka hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
More Than Hour || Kim Sunoo
FanfictionLebih dari sekedar jam Lebih dari sekedar menit Lebih dari sekedar detik Lebih dari sekedar pertemuan Lily tidak menyesali apa yang sudah ataupun tengah dijalaninya. Prinsipnya hanya sederhana jika diucapkan. Hadapi! Jalani! Lewati! Ntah apapun itu...
