Kalau dibilang ada sedikit memori yang hilang itu nyata aku akan menjawab iya! Tapi aku tidak tau memori apa yang hilang. Banyak yang harus diingat tapi tak tau itu apa!
Hembusan napas terdengar di ruangan gistari, pekerjaan hari ini cukp dikit tidak menguras tenaga jadi dia hanya berada diruanga, hujan yang turun dari tadi menjadi teman untuk gistari.
Tok tok
"Gis makan yuk sudah waktunya makan siang"
"Iya mba" gista lngsung menyusul seniornya menunu cafe yang disediakan tepat dibawa kantor. Cafe dengan nuansa cozy sengaja audry ciptakan untuk karyawan dan para tamu yang datang.
"Mba mba audry mana?"
"Dia. Udah nungg udah dibawag"
Ting deting bunyi bel menandakan mereka sudah sampai di lantai bawa, dan mereka langsung melihat bos mereka yang sedang berbicara dengan resepsioni
"Kalia udan datang?"
"Yuk lapar gue"
Audry sandra dan gistrari bergegas di cafe tepat disanping l0by. Suasana makan siang cukup ramai banyak yang datang ke cafe ini, bagaiman tidak cafe ini bener bener nyaman memiliki 2 lantai dan beberapa menu andalan dari beberap negara dan makanan khas daerah di indonesiaAudry langsung bergegas ke meja yang sudah di tunggu sama 3 pria, yah siang ini audry janji makan siang bersama 2 adik dan tunangannya
"Sorry telat" ucap audry dan lngsung duduk di samping tunangan sedangkn sandra dan gistari duduk di meja samping kakak beradik abraham itu
"No problem, kita juga baru"
"San kalian pesan aja nanti masuk bil gue yah"
"Siap don dibayarin nih yah"
Selamat makan meraka asyik mengobrol obrola random, dimana doni dan dimas yang bertanya sama gistari atau sandra yang menanyakan planning 2 sahabatnya.
Selama makan sian ada satu yang membuat gistari tidak nyaman yah itu tatapn adik bungsu bosnya. Selama makan mata jeavanotidak lepas dari gistari bahkan gistari melihat tatapan adik bosnya hanya dengan menunduk
"Mba audry mba sandra saya ijin ke toilet dulu"
"Ohboke gistari" selepas gistari pergi tidak lama jeavano menyusul
"Mau kemana?"
"Mau ke toilet bentar"
"Hati2" audry memperhatika. Gerakan yang adik,
"Tuhan tolong kembalikan semuany"abraham mansion
"Pantau terus anak itu jangan sampai lepas"
"Masalah audry itu ada disaya"
"Jalankan saja sesuai perintah saya"
Calderiz abraham meletakan telpon genggamnya, dan menghabiskan teh yang sudag sedikit dingin.
Kabar dari bawahannya ssngat menbuatnya risau"Audry apa yang kamu rencanakan?"

YOU ARE READING
Unfanding Sense
Fanfiction"Aku menemukanmu ditititk terakhir perjalanan. Nyatanya ruang hampa yang aku dapatkan" - Jeavano Alexander Abraham "Jika ada yang lebih tepat dari kata pergi mungkin sudah aku lakukan sayangnya aku disini Dan tetap disini" Gistari Anindinda Agahsta