"Badan kamu gede, aku yakin kalo kamu lawan orang orang yang suka kata katain kamu, kamu bakalan menang," ucap Asahi dengan tatapan polosnya.
Jaehyuk tersenyum mendengar ucapan Asahi, "gak semua harus dilawan, kadang diem lebih baik."
_____________________________
Sinar matahari yang masuk melalui sela tirai yang menutupi jendela kamar Asahi membuat Jaehyuk terusik dari tidurnya, namun tidak dengan si pemilik kamar yang masih tertidur dengan pulas sambil memeluk Jaehyuk.
Jaehyuk menatap wajah damai Asahi, ia merapikan beberapa helai rambut Asahi yang menutupi wajah cantiknya. Wajah ini, wajah yang sangat sering Jaehyuk liat entah di iklan produk ditempatnya bekerja, atau poster dan majalah terkenal. Jaehyuk tidak pernah berpikir akan melihat wajah ini secara langsung apalagi dengan posisi sedekat ini. Jaehyuk kembali memikirkan apakah ia memang pantas untuk hubungan seperti ini dengan Asahi.
Dengan perlahan, Jaehyuk melepaskan pelukan Asahi berusaha untuk tidak membangunkan Asahi. Ia melirik jam dikamar Asahi yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Hari ini weekend jadi mereka tidak ada jadwal kuliah. Jaehyuk segera mengambil handuk yang semalam sempat ia letakkan sembarangan dilantai kamar Asahi dan mandi.
Asahi menggeliat didalam selimutnya, ia baru membuka matanya saat ia menyadari sisi tempat tidurnya kosong. Asahi duduk dikasurnya sambil mengumpulkan sisa kesadarannya, setelah beberapa menit baru Asahi berdiri dan mengambil bajunya semalam yang tergeletak dilantai dan memakainya lagi.
Dengan langkah yang pelan Asahi berusaha menahan perih yang masih terasa dibagian belakangnya, ia berjalan keluar dari kamar dan langsung disambut dengan aroma yang sangat memanggil dirinya untuk sarapan dari arah dapur. Asahi bisa melihat punggung Jaehyuk yang entah sedang memasak apa, Asahi memeluk Jaehyuk dan menyandarkan kepalanya dipunggung Jaehyuk.
"Morniing jaeee," ucap Asahi dengan suara yang masih serak khas bangun tidur.
"Morning Asa, tunggu disana aja nasi gorengnya udah selesai."
Asahi mengangguk lalu melepaskan melukannya menuruti Jaehyuk dan melangkahkan kakinya untuk duduk kursi yang ada dimeja makan.
Dengan mata yang mengikuti setiap pergerakan Jaehyuk, Asahi tersenyum menatap Jaehyuk yang duduk didepannya dengan dua piring yang satunya diberikan padanya.
"Dimakan, sa. Maaf ya kalo ga enak," Jaehyuk tersenyum canggung.
Pagi itu mereka lewatkan dengan perasaan yang baik, Asahi yang semakin menempel pada Jaehyuk, dan Jaehyuk yang membiarkan Asahi terus menempel padanya.
"Jam satu nanti saya mau kekampus," ucap Jaehyuk pada Asahi yang tengah memeluk lengannya dan menyenderkan kepalanya dibahu Jaehyuk. Mereka tengah menonton film kartun yang Asahi pilih tadi.
"Weekend gini!? Ngapain ke kampus?" tanya Asahi yang kini sudah mengalihkan atensinya pada Jaehyuk.
"Mau ketemu Pak Junhoe, dosen penasehat saya."
Asahi mendengus kesal, ia pun melepaskan pelukannya dari lengan Jaehyuk.
"Asahi?"
Melihat perubahan sikap Asahi terutama wajahnya yang kini berubah cemberut, Jaehyuk jadi merasa tidak enak.
"Dosen kedokteran itu emang se posesif itu ya!? Bahkan weekend aja harus ketemu!" Ucap Asahi yang kini menyilangkan tangannya didadanya.
"Ga gitu, saya punya beberapa matakuliah yang harus saya kejar dan kebetulan Pak Junhoe mau bantu saya biar semester depan saya bisa fokus koas, dia juga nawarin buat koas di rumah sakit keluarganya saya ga bisa sia siain itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
MY FAVORITE NERDY || Jaesahi
FanfictionTW ⚠️ 18+ BxB if you don't like it, please stay away! Tentang Hamada Asahi yang sangat menyukai orang yang baru saja dia temui dan langsung memutuskan untuk menaruh hati padanya. Yoon Jaehyuk, seorang yatim piatu yang masih menempuh pendidikannya d...
