"Fake"

1.1K 102 11
                                        

Dan dari laporan terbaru yang Jaehyuk baca, kondisi Asahi semakin parah saat Asahi kembali bertemu dengan Jaehyuk.














______________________________




























Hari semakin gelap, Rose yang duduk dimeja makan menatap kearah tangga rumahnya mengharap seseorang turun dari sana. Suara pintu masuk yang terbuka membuat Rose akhirnya mengalihkan pandangannya dari tangga itu.

"Ngapain ma sendirian disitu?"

Jeongwoo yang baru pulang menghampiri mamanya yang terlihat duduk sendiri dengan segelas kopi hangat yang sudah dingin didepannya.

"Abang kamu sakit, tapi dia gak bolehin mama masuk. Gimana ya?"

"Sakit apa?"

"Mama juga gak tau, tadi dia batalin semua jadwal dia dan pulang. Mama juga dikasih tau sama karyawan karena gak liat Abang di rumah sakit."

"Capek mungkin, pasiennya lagi banyak terus kan dia praktek mulu."

"Mungkin aja sih, tapi gak biasanya abang ngunci  diri dikamar gitu."

"Iyaa sih."

Jeongwoo ikut memikirkan soal kakaknya itu, ia melirik ke arah mamanya yang terlihat begitu khawatir dan lesu.

"Mama udah makan?"

"Belum, tadi bibi mama suruh pulang cepet karna rencananya mau ajak kalian makan diluar."

"Adek pesenin makan, mama makan dulu ya. Ntar adek coba samperin abang."

Jeongwoo berdiri, mengecup kening Rose sebelum berjalan ke lantai dua tempat kamarnya dan kamar Jaehyuk berada.

"Bang!"

Cukup keras Jeongwoo mengetuk pintu kamar yang biasanya tidak pernah terkunci itu, namun tidak ada jawaban. Jeongwoo pun merasa putus asa dan memilih masuk kekamarnya dan menunggu papanya pulang untuk berbicara dengan Jaehyuk.

Berselang tiga puluh menit, Junhoe pulang dengan keadaan rumah yang sepi. Padahal motor anak bungsu, mobil anak pertamanya, dan mobil istrinya ada dirumah. Biasanya saat ia membuka pintu rumah akan disambut dengan ocehan dari keluarganya, namun malam ini berbeda. Ia berjalan dan mendapati istrinya yang duduk sendirian diruang keluarga.

"Anak anak mana?"

"Ada diatas."

Melihat wajah gelisah istrinya, Junhoe mendudukan dirinya disamping Rose. Tak lama, suara langkah kaki membuat Rose dan Junhoe menoleh, si bungsu yang turun dengan wajah yang tidak terlihat senang itu bergabung dengan kedua orang tuanya.

"Gimana adek?"

Jeongwoo menggeleng, "abang masih gak mau buka kamar."

"Abang kenapa,"

Rose pun menjelaskan kepada suaminya soal keadaan si sulung yang mengurung diri sejak tadi dikamarnya, dengan sigap Junhoe yang masih dengan setelan formalnya berjalan mengarah ke kamar Jaehyuk diikuti Jeongwoo dan Rose dibelakangnya.

"Abang? Jaehyuk? Buka nak."

Beberapa ketukan dan panggilan tidak mendapat jawaban sama sekali dari Jaehyuk.

"Mau didobrak aja gak pa?" Tanya Jeongwoo.

"Bentar papa ada kunci," Junhoe bergergas pergi untuk mengambil kunci cadangan untuk setiap ruangan dirumahnya sementara Rose dan Jeongwoo masih mencoba memanggil Jaehyuk. "Sini papa buka."

MY FAVORITE NERDY || JaesahiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang