#2 FICTITIOUS NESSA

129 10 0
                                        

E X A C T ~ #2 FICTITIOUS NESSA

=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•

It's like, he doesn't hear a word I say

His mind is somewhere far away

And I don't know how to get there

Nessa mulai memetik gitarnya. Lantunannya terhenti ketika ada seseorang yang mengetuk pintunya.

"Ada temen kamu dibawah, Nes"

Ternyata itu Hena, ibunya Nessa.

"Mama mau kemana?" tanya Nessa yang melihat ibunya memakai pakaian formal.

"Mama ada rapat di Riau, maaf mama baru kasih tau kamu sekarang, temuin temen kamu dulu sayang," ucap Hena lembut.

Sebenarnya, Nessa sudah tau jawaban dari ibunya yang workaholic dan jarang sekali di rumah.

Nessa pun turun dan melihat siapa yang datang.

"Hai, Raz" sapa Nessa yang melihat Faraz sedang duduk di sofa ruang tamu.

"Nes, sorry gue gak bilang ke lo kalo gue mau dateng kesini. Gue lagi kacau, Nes. Gue gak tau harus kemana lagi" jelas Faraz mulai menjambak rambutnya sendiri, Frustasi.

"Faraz, tante tinggal dulu ya. Nessa, mama pergi ya sayang," ucap Hena lalu mencium pipi anaknya.

"Berapa hari ma?" tanya Nessa.

"Gak lama kok, Nes. Mama janji" Persis yang selalu dikatakannya setiap akan pergi. "Tante tinggal ya, Faraz!"

"Oke, safe flight tante!" balas Faraz.

Nessa kini memandangi Faraz, menelusuri tiap sudut wajah Faraz yang terlihat kacau, ada beberapa goresan di wajahnya dan pipinya yang sedikit memar. Kenapa orang ini?

"Cerita sama gue" kata Nesaa.

"Bokap nuntut cerai nyokap. Gue rasa, bokap punya yang lain selain nyokap, kebukti dari jam pulang bokap yang selalu telat. Nyokap ngotot gak mau cerai, akhirnya bokap ngambil jalan kekerasan. Gue sebagai laki-laki selain bokap dirumah, gak akan nerima kalo bokap memperlakukan nyokap begitu. At least, gue ngelindungin nyokap. Dan, yaa gini lah hasilnya" jelas Faraz lalu mengarahkan jari telunjuk ke wajahnya.

Nessa sebagai sahabatnya, tidak pernah tau dengan kehidupan Faraz yang sebenarnya. Yang Riana tau, wajah ceria Faraz setiap kali di sekolah. Hanya itu. Jadi, mudah saja masalahnya tertutupi oleh senyum cerianya.

"LO SERIUS? Eh sorry, Gue turut sedih, Raz. Nyokap lo gimana?" tanya Nessa dengan wajah begitu khawatir.

"Nyokap pergi kerumah oma, gue yang usulin itu, cuma buat menghindari perlakuan bokap lagi ke nyokap, pastiin kalo nyokap aman disana" kini, tidak ditemukan lagi wajah ceria Faraz.

Susu cokelat, hal yang selalu Faraz butuhkan kalau ia sedang kacau. "Gue bikinin lo cokelat panas mau?"

"Oke, sorry banget Nes, sekali lagi" gumam Faraz. Senyum tersimpul dari wajah piasnya.

"Bentar ya,"

==========
  E X A C T
==========

Nessa kembali ke ruang tamu dan mendapati Faraz yang tertidur di sofa.

Begitu damai, pikir Nessa. Seolah tidak ada masalah yang terlihat di wajahnya.

Nessa lalu mengambil gelas khusus menjaga agar minumannya tetap panas. Kalau-kalau nanti Faraz terbangun.

EXACTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang