28. Malam

91 11 3
                                        


Episode sebelumnya..

"Aku tak mau bersamamu apakah kita cer..."

Belumlah sempat mengucapkan sebuah kalimat ridwan langsung saja menutup mulut sang istri dengan 2 jari tangan

"Hah? Ngomongin apaan?,kamu sekali lagi bilang seperti itu,aku akan memberikan sebuah hukuman untukmu" ia sedikit mengancam

Hati Caca menjadi bergetar karena kalimat ancaman itu,ia ingin memberikan sebuah hukuman apa? Ia terus berpikir tak jelas.

"Silakan aku tidak takut,kan aku tidak mencintaimu dan tak akan pernah"

"Ok karena kamu tidak menuruti keinginan ku akan aku berikan sebuah hukuman siapkanlah dirimu itu"

"Astaghfirullah mass maaf maaf diriku hanya bercanda jangan dibawa serius"

"Hukuman adalah hukuman"

Kira kira gimana ya kelanjutannya?

Episode 30

Hari sudah mulai gelap dan sudah waktunya untuk melaksanakan sholat Maghrib

"Mas,aku mau sholat di masjid aja ya?, soalnya mau ketemu dengan yang lain udah lama juga ga main disana, boleh kan mas?"

"Hmm" ucapnya singkat

"Kamu kenapa?,kamu masih marah?"

"Tidak" ucapnya singkat lagi

"Terus??"

"Hm,terus gimana?,kamu bilang mau cerai?,kamu tau tidak itu kalimat jangan sembarang disebut,apalagi kamu itu orang yang mas cintain sesudah umi mas,mas mencintaimu selayaknya mas mencintai istri mas sendiri"

"Mas ih,tadi itu hanya bercanda,jangan dimasukkan dihati"

"Tetap aja,mas ga suka dengan bercandaan seperti itu"

"Iya-aa mas maaf"

"Tak segampang itu,kamu ingin dimaafkan? Ok mas maafkan tetapi harus ada hukuman untuk mu? Kamu mau?"

"Apapun itu, akan aku turutin" ia menjawab dengan pikiran sedikit curiga

"Baiklah,jadi gini mas mau itu lagi"

"Apa?" Ia menjawab dengan kebingungan

"Itu loh,ihh masa si nggak tau"

"Astaghfirullah mas?,jangan dulu deh aku nggak bisa ngasih lagi"

"Kamu ingat Dengan kalimat ini? "Apapun itu,akan aku turutin" ingat?siapa ya yang bilang begitu?"

"Ingat mas tapi.."

"Shtt! Diamm" ia langsung menutup mulut zaujatinya

Tiba-tiba ia langsung mengangkat tubuhnya dan menidurkan nya dan kejadian yang lalu terulang kembali

"Massh,sakittth"

Ia pura pura tidak kata itu dan ia langsung duarr ia masih melakukan kegiatan rutinitas pada malam hari itu

"Nikmatilah sayangku"

Ia hanya merespon dengan sedikit pasrah dan selanjutnya hanya Allah yang tau

***

Pagi telah tiba
Kediaman ndalem sudah mulai banyaknya suara

"Mass bangun ih,aku mau mandi gara-gara mas nggak bangunin aku untuk sholat shubu tadi jadinya aku harus mengqodonya"

Tak ada jawaban dari sang suami

"Mas,mau gimana lagi yasalamm punya suami yang begini,ok baiklah kalau itu maunya"

Cup..
Cup..
Cup..

Ia mencium kening,pipinya,dan juga dibagian hidungnya

"Nah gimana?masih belum mau bangun?"

"Belum,itu di bibir belum?"

"Kamu pura-pura kan ya"

"Hm,ayolah dibibir"

"Mesum" respon yang singkat

"Hehe, ayolah,kalau nggak mas gabakalan bangun"

Sang zaujatinya hanya pasrah karena bagian perutnya ditidurin oleh sang zaujinya

Author:maaf ya memang pasutri satu ini lumayan menguras tenaga

Cup..
Satu kecupan mendarat di bibir

"Udah kan ayo bangun"

"Satu kali lagi"

Hanya bisa menghela nafas

Cup..

Udah ya mas mau bantuin umi dibawah

"Iya,kapan kapan lagi ya"

Ia langsung berangkat dari tempat tidur dan ya langsung masuk kekamar mandi

"Ehh, tunggu kaki kamu kok jadi pencat"

"Ini gara-gara kamu tadi malam sii"

"Lah kenapa mas yang jadi salah?,nafsu mas sedang naik maaf kan mas tercintamu ini"

"Au ah males"

"Ihh,ututu ngambek" yaallah kelakuan istri hamba sangat menggemaskan dan sangat menggoda keimanan

༶•┈┈⛧┈♛┈⛧┈┈•༶

Gimana udah dispil sedikit hehe nanti lagi ya soalnya lagi ada kendala sedikit okay?

Mau lanjut?

Pastinya pikiran kalian aneh-aneh iyakan? Iya deh asli haha

Halu Mulu
































Aku Dijodohkan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang