BAB 1 Ada Apa?

161 47 49
                                        

Kalau kalian liat ada Typo tolong komen yah ⁠♡♡

Vote terlebih dahulu

Happy Reading

Bukankah kita perlu tau bahwa mengekang bukanlah cinta yang diinginkan?. Milka Anagatha, gadis yang menjadi alasan sebuah vas bunga melayang melawan ke udara hingga mengenai dahi seseorang yang menjadi tempat tujuan benda itu melayang.

Kelas XII IPA1 yang sejak awalnya rapih, kini terbengkalai layaknya gudang. Pertengkaran keduanya terlihat tak akan usai, bahkan hingga matahari mengalah untuk terbenam terlebih dahulu.

“Ow jadi skarang mulai berani yah?!”. Ia menekan setiap kata lalu melangkah dengan mata yang menatap tajam sambil kedua kakinya perlahan maju menggengam sebuah balok di tangan kiri nya.

Gevandra Saputra, siswa kelas 12 sekaligus anak kepala sekolah yang menjaling hubungan dengan siswi di kelas XII IPA1 yaitu Milka Anagatha.

Pranggg…..

Dengan tiba-tiba balok yang sejak tadi di tangannya berpindah dengan cepat hingga membentur satu kaca cendela di kelas tersebut.

Salah sasaran. Semua siswa di kelas terkejut, terpaku dengan gemetar melihat kegilaan Gevan yang tak akan tercatat sebagai pasien.

Suasana yang tadinya sangat ribut kini kembali hening di kagetkan  bunyi serpihan kaca, hingga beberapa siswa yang melewati kelas tersebut sejenak, menghentikan langkah mereka.

“Walaupun merusak fasilitas sekolah, ujungnya di hukum lari keliling lapangan doang”
“Namanya juga anak kepala sekolah”
“Ow anak penguasa?, wajar sih”

Beberapa siswa saling melempar pandangan, terdengar beberapa ocehan di kalangan siswi-siswi.

Kalimat demi kalimat terdengar oleh Milka yang adalah pacar Gevan, namun sepatah katapun tak di hiraukan. Milka terus menatap kosong ke arah Gevan, berusaha mencerna kegilaan yang tak terbaca dalam kamus nya. Bagaimana seseorang yang berstatus pacarnya menjadi se tempramental ini hanya karena cemburu yang tak berdasar.

Gion Bramasta, yang menjadi lawannya, kini tersenyum remeh setelah berhasil memancing emosi Gevan dan menghindari pukulan balok tersebut.

“WOW___  brutal juga lo” Gion tersenyum miring melihat wajah Gevan yang panas. “Gak sekalian rusakin fasilitas yang lain?”

Gion sedikit menyentuh ujung bibirnya yang berdarah, hingga terdengar sedikit helaan napas. “Pantasan Milka muak sama berandalan berstatus anak penguasa”

“Bajingan!”

Kepalan tangan memukul pipi Gion dengan keras.

Bukh
Bukh
Bukh

Gion seperti samsak tinju. Namun sebaliknya Gion tak henti membalas pukulan yang ia terima hingga Gevan pun menerima balasan yang setimpal dari Gion. Semua jadi kacau, dari segi fisik mereka, keadaan sekitar, benda-benda di sekitar semua jadi hancur.

“UDAN VAN!!” teriak Milka yang merasa semua sudah lewat batas.

“WOI STOP!!”

BATASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang