HAPPY READING
PLAK....
BUGH....
tanpa ancang ancak Ares langsung menampar pipi bianca lebih keras dari yg gadis itu layangkan pada Hani. Dan tidak hanya itu, ia bahkan menunjang perut bianca hingga gadis malang itu langsung tersungkur ke lantai dengan gaya yg estetik
"A... Ares?" lirih Bianca menatap Ares dengan tatapan tak percaya sembari memegangi perutnya yg terasa amat sangat sakit. Ia tak menyangka bahwa laki laki yg selama ini amat sangat ia cintai melebihi dirinya sendiri mampu melayangkan tangannya pada dirinya. Yah meski ini bukan yg pertama sih. Tapi kalian jangan heran ya, karna kepribadian Ares memang lah sangat bringas dan kasar hanya satu oranglah yg membuatnya mampu bersikap lembut. Yaitu Hani, gadisnya yg amat ia cintai. Selain pada gadis itu ia akan kembali ke sifat aslinya yaitu kejam bringas dan tak punya hati, ia bahkan tak memandang gender jika orang itu sudah mengusiknya seperti Bianca tadi.
"Lo itu bebal banget ya jadi cewek, udah di bilangan jauhin gue dan Hani lo masih aja tetap ngotot. Kayak jalang aja tau gak!!" ucap Ares sinis bercampur dengan amarah sambil menatap Bianca dengan tatapan jijik.
Pria tampan itu memeluk kekasihnya Hani guana menenangkan gadis manisnya dari rasa perih dan sakit karena tamparan panas yg Bianca layangkan ke pipi putih dan mulusnya.
"Mampus~ mamam dah tu tendangan maut, udah di bilangin masih juga bebal sih" ejek Ridho dan Anhar yg memang sudah jengah dengan segala pembulyan yg Bianca lakukan pada Hani
Di sisi lain Diva Agnes Bara dan Rival memilih untuk menjadi penonton saja tanpa mau ikut campur dalam perkelahian itu, mereka memilih untuk menikmati pesanan mereka masing masing
Dan untuk Mora. Gadis itu jadi terbangun dari tidur nyenyeknya karena keributan yg terjadi.
"Terbangun hmm" lirih Bara dengan suara beratnya ketika menyadari Mora yg terbangun karena keributan itu
Mora tak menjawab, ia hanya melirik sekilas wajah Bara dan keribuatan yg terjadi didepannya sebelum kembali menutup matanya guna melanjutkan tidur nyamannya tanpa memperdulikan posisinya saat ini. Baginya yg penting nyaman, ia kan mor (= ∆ =)
"benar banar imut" batin bara gemas melihat tingkah dari gadisny- eh maksudnya Mora =_=
Dengan inisiatif nya, tanpa babibu lagi Bara langsung menggendong tubuh mungil Mora ala bridal style dan beranjak pergi meninggalkan kantin menjauhkan Mora dari keributan itu
Melihat itu Diva ingin beranjak dari duduknya untuk menyusul langkah Bara tetapi tak jadi karena di tahan oleh sahabatnya Agnes.
Di sisi lain, Bara berjalan lurus menuju ruang UKS sembari menggendong tubuh mungil Mora yg tertidur nyaman di pelukannya tanpa menghiraukan tatapan tanda tanya yg di layangkan para siswa maupun siswi yg ia lalui
Sesampainya di UKS, bara segera menidurkan mora ke salah satu brankar yg ada di sana secara perlahan agar tak mengusik tidur sangat gadis
.
.
.
Setengah jam berlalu barulah mora membuk matanya, ia melihat seseorang yg sedang berada di sampingnya. Itu bara, lelaki itu sedang fokus dengan HP nya, tanpa ia sadari ternyata sedari tadi bara menunggunya tidur hingga terbangun
"Udah bangun?mau makan dulu gak? Kamu belum makan kan tadi" tanya bara beruntung dengan suara deeep voice miliknya, mungkin saja ini adalah kalimat terpanjang yg lelaki itu ucapkan hari ini
Sedangkan amora hanya diam memandang wajah tampan bara tanpa ada niat menjawab pertanyaan dari sang empu.
Ia menatap pria itu yg ditatap balik oleh bara hingga terjadi aksi tatap tatapan antara keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AMORA (On Going)
Teen FictionAMORA OCTAVIER gadis cantik yg memiliki sifat pemalas akut, mageran dan tukang tidur. putri semata wayang dari mama ayu dan papa arga juga adik kesayangan abang arya.dari kecil amora memiliki sifat yg sangat pemalas dan malas bergerak jadi ia selalu...
