BAB 16

36 2 0
                                        

   Happy reading

Info...

STEVANO DIRATAMA, pria tampan dan mapan, putra tinggal dari keluarga DIRATAMA yang menjadi salah satu keluarga ternama di negara z saat ini. Stevano menjadi tangan kanan 'vier'  yang seorang desainer misterius yang nama brand nya sudah sangat mendunia hingga seluruh pelosok pun pasti tau dari brand desainer misterius satu ini.  Entah bagaimana Stevan bisa menjadi asisten dari desainer misterius itu. Padahal mendesain hanyalah hobinya, karna di samping itu seorang STEVANO adalah ceo sekaligus pemilik dari TAMA COMPANY, perusahaan keluarganya yang menjadi salah satu perusahaan besar di seluruh benua

Sedangkan LEO adalah tangan kanan Stevan sekaligus sahabat Stevan dari kecil. orang tua Stevan yang mengangkat leo menjadi anaknya saat ia masih umur 12 tahun karena orang tua leo yang tak lain adalah bawahan orang tua Stevan meninggal karena sebuah kecelakaan. Ngerti kan maksudnya? 😁

"Btw lo dah pernah ketemu belum sama si vier vier itu? Gue liat misterius banget tu orang" ucap leo sembari fokus mengerjakan tugasnya

"UDAHLAH! yah walaupun cuma satu kali sih" ucap Stevan bangga yang di akhiri dengan volume suara yang semakin kecil

"Gausah ngegas juga lah. Trus kalo cuma satu kali, kalian selama ini transaksi nya gimana njir?" Leo menatap bos nya itu heran

"Biasanya gue cuma telponan sama vier, trus itu dia bakalan antar desain nya lewat orang suruhannya" jawab Stevan pelan

"Trus bukannya lo udah kaya orang ketiga ya di sini, bukannya asisten. Mukanya aja lo gak tau mau gimana coba" ucap leo menatap tak mengerti pada atasannya yang satu ini

"Gue asistennya ya, orang suruhan itu cuma punya tugas ngantar doang. Sedangkan gue yang nge handel semuanya" ucap Stevan tak Terima

"Serah lo dah," ucap leo malas mulai fokus kembali pada tugas tugasnya yang menumpuk itu

Ting.....

Vier
Udah kirim

  Dsana yang datang dari vier walau hanya dua kata saja tetapi mampu membuat Stevan kegirangan

"Bagus, produk bulan ini bakal lebih spektakuler dan akan lebih menuntungkan dari yang sebelum sebelumnya" ucap Stepan dengan senyuman lebar yang merekah sempurna. Sangking lebarnya bahkan sampai membuat leo yang menyaksikan nya di buat bergidik ngeri. Kali ini entah apa yang ada di dalam otak licik sahabatnya itu. Ihhh leo tak mau memikirkannya sama sekali

.

.

.

.

    Sang mentari telah naik tinggi di atas langit, tetapi fl kita yang satu ini masih saja bergelut nyaman di atas kasurnya tak terusik sama sekali dengan terik mentari yang mengintipnya dengan semangat dari balik asbes jendela (apa sih namanya? Kalo tau tolong komen ya)

Bahkan suara bising para maid dan bodyguard yang bertugas pun tak mampu mengusik tidur nyaman gadis itu

Cklek...

"Astaga... Princess sleping nya abang masih belum bangun juga ternyata. Hmm? Ini udah siang loh, ayo bangun gih. Apa perlua abang kasi kecuapan pangeran supaya ade abang yang imut nan pemalas ini mau bangun hmm?" Ucap Arya dengan gemas meniup niup wajah cantik adik kesayangan nya itu agar sang empu terusik dan mau bangun dari tidurnya.

"Emmm, abang ih sana~" gumam mora lirih mengusir abang nya itu tapi masih dengan keadaan mata tertutup

"Apa? Atau mau abang mandiin biar mau bangun hmm. Ini udah siang princess tidurnya di udahin dulu ya. Temanin abang main yok mumpung minggu" oceh Arya mengapit hidung mungil adiknya itu dengan lembut, berniat mengganggu si putri tidur

"Gk, males"angkat mora lalu berbalik memunggungi sangat abang agar tak mengganggu tidurnya



AMORA (On Going) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang