Happy reading
Pagi kembali tiba, menggantikan gelap nya san malam di saat waktu istirahan semua makhluk hidup terlelap dalam tidurnya.
Eugh....
Mata lentik nan cantik itu perlahan lahan mulai terbuka, gadis itu terdiam sebentar, guna mengumpulkan nyawanya yang masih bertebaran. Setelah beberapa saat barulah ia menelisik ruangan yang saat ini ia tempatiah... Ternyata itu adalah kamar nya sendiri
Dengan perlahan si gadis mulai bangkit dari tidurnya, berjalan gontai menuju kamar mandi untuk membasuh muka nya. Setelah terasa segar barulah ia kembali menuju ke arah kasur kesayangannya, berbaring nyaman dan berniat menyambung tidur lelapnya. Jika di ingat ingat Pas sekali hari ini adalah hari minggu, jadi ia bisa dengan bebas bermalas malasan di atas kasurnya seharian FULL!
Tok Tok Tok
"Masuk saja bi~" ucap mora malas, saat ini gadis itu sedang berada di level maximal kemalasan nya jadi, untuk sekedar mengeluarkan suara saja ia sudah sangat malas
Bi ati- pembantu di rumah mora masuk ke dalam kamar setelah di persilahkan wanita paruh baya itu masuk dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman di tangannya
"Permisi non. Saya datang membawakan sarapan untuk nona" ucap bi ati pada mora, wanita itu meletakkan nampan nya di atas nakas lalu kembali pamit untuk undur diri dari sana. Walaupun tak mendapatkan jawaban dari sang nona bi ati biasa saja karena sudah terbiasa dan sangat hapal dengan tingkah nona nya yang satu ini saat sedang dalam tingkat kemalasan akut.
Cklek.....
Mora melirik sekilas makanan dan pintu kamar nya yang sudah tertutup rapat, lalu ia kembali memejamkan mata nya berniat untuk menyambung tidurnya yang sempat terhenti tadi
.
.
.
Ting....
Me
Vier, apa kamu sudah
menyelesaikan desain
Produk baru nya?
Vier
Hm..
Me
Kalau begitu kapan
Aku bisa melihat nya?
Vier
3h.
Me
Bukan kah itu terlalu lama?
Padahal aku sudah tak
Sabar melihat karya
Baru mu itu
Vier
.
Me
Baiklah, Aku akan
menunggu di
tempat biasa
Read....
"Hah~...... "
"Kenapa lo? Kusut banget tu muka gue liat" ucap Leon menatap heran teman nya itu. Sedangkan yang di maksud kembali mengeluarkan suara desahannya
"Hah.. Ini si vier, padahal gue dah gak sabar banget sama karya barunya tapi kata dia tiga hari lagi baru di eksekusi" jawab Stevan lagi lagi mendesah kecewa
"Halah, itu doang yang lo pikirin dan malah leha leha di sini, lo gak liat noh tugas lo numpuk nya dah kaya gunung.
Dan lebih parahnya lagi gue yang kena imbasnya" sinis leo menatap frustasi pada kertas kertas yang ada di depannya dengan tatapan enih permusuhan
Bagaimana tidak kesal leo harus menanggung semua pekerjaan yang di miliki Stevan sedangkan pria itu dengan santainya berleha leha seolah tak punya dosa sama sekali. Mentang mentang jadi bos, ngerjain tugas seenaknya.
-kalian ada juga gak yang punya bos kaya si stevan ini?
"Yaaa itu resiko lo lah, siapa suru jadi tangan kanan gue" ucap Stevan santai dengan wajah watadosnya. Pria itu malah duduk santai di atas sofa sambil memainkan hpnya seolah dia adalah tamu di sana
"Taik lo, bantuain gue kek. Ini juga awalnya tugas lo juga ya kutu kupret" ucap leo dia sangat tak Terima di giniin
Berdosa sekali anda jadi bawahan ya ^_^
"Gak ah males, kerjain aja sendiri. Atau lo mau gaji bulan ini gue potong" uca Stevan dengan wajah tengil minta di tabok nya
"Emang dasar kutu kupret nih bos satu. Rasanya pengen tak hih.. " gerutu leo pelan, hei ia masih sayang gaji ya. Mana mau dia di potong gaji
"Berani? " Tanya Stevan menatap leo tajam. Rupanya ia masih bisa mendengar gerutuan tangan kanan nya itu
"Hehe, enggak bos ampunn" ucap leo menyengir lucu
KAMU SEDANG MEMBACA
AMORA (On Going)
Novela JuvenilAMORA OCTAVIER gadis cantik yg memiliki sifat pemalas akut, mageran dan tukang tidur. putri semata wayang dari mama ayu dan papa arga juga adik kesayangan abang arya.dari kecil amora memiliki sifat yg sangat pemalas dan malas bergerak jadi ia selalu...
