BAB 13

63 3 0
                                        

                   HAPPY READING

NOTE: TANDAI TYPO!!!
             JANGAN LUPA VOTE!!!

.

.



.

.

Sesampainya di pintu masuk, gadis yg menjadi penyebab kericuhan langsung di sambut oleh tangan kanan nya yg tak lain adalah bastian. Karna hal itu si gadis pemakai topeng lagi dan lagi mendapatkan perhatian kini bukan dari para wartawan melainkan dari para tamu yg hadir.

Mereka tak dapat menahan rasa kagum Dan terpukau melihat penampilan dari si gadis malam ini.
Dres gold gaya duyung yg menampilkan leher jenjengnya dengan kerangka setra Pudak yg seputih susu, rambut hitam kecoklatan yg di cepol asal namun tetap indah di pandang, bibir mungil semerah cery alami serta topeng berwarna gold yg menghiasi setengah wajah si gadis, juga tatapan setajam elang yg mencintai mangsanya yg selalu gadis itu layangkan ke setiap orang yg ia lihat seolah menguliti dan mengorek semua yg di punya orang itu.

"Selamat malam mis Amor, terimakasih sudah repot repot datang ke pesta yg saya adakan ini" pemilik acara dengan sigap langsung menghampiri menyambut gadis itu dan bastian dengan senyum terbaiknya

"Selamat malam tuan ed, saya ucapkan selamat atas pertama yg berjalan dengan lancar" sapa balik bastian dengan tak kalah ramah nya. Sedangkan si gadis hanya diam dang mengangguk saja.

"Hahaha, terimakasih tuan bastian saya merasa tersanjung atas pujian yg anda berikan" ucap tuan ed tersenyum senang

"Oh ia, saya ingin memperkenalknalkan putra saya kepada Anda berdua" ucap tuan ed mengkode putranya untuk datang mendekat

"Perkenalkan ini adalah ANTARES GLAHEKSA PRADIPTA putra tinggal saya sekaligus penerus perusahaan pradipta" ucap tuan ed memperkenalkan putrakanya a. K. A Ares pada gadis itu dan bastian

"Halo mis amora" sapa Ares mengulurkan tangan untuk bersalaman

Namun gadis itu hanya mengangguk tanpa membalas uluran tangan Ares
Yg di balas tarikan maklum dari tangan ares. Maksudnya dia narik kembali tangan yg di ulurkan nya buat jahat tangan. Ngerti kan? :)

"Halo tuan bastian" sapa Ares menyapa bastian ramah walau wajahnya yg tak menampakkan ekspresi apapun

Mereka ber empat bercakap cakap. Ralat cuma bertiga karna gadis itu hanya diam dan mengangguk saja.

Setelah waktu berlalu bastian serta gadis itu ahirnya paling  untuk meninggalkan pesta tanpa menunggu pesta selesai. Selalu seperti itu karena si gadis hanya akan  menyapa si pemilik pesta lalu undur diri setelahnya

"Ares ingat ini. Kau harus menjaga hubungan baik dengan dua orang itu. Paham?" ucap tuan ed yg di angguki mengerti oleh aris

"Hm, bagus kalau begitu" ucap tuan ed puas dengan jawaban putranya

"Aku pergi ke tempat teman temanku dulu ayah" ucap Ares datar lalu meninggalkan ayahnya

"Ya, pergilah" ijin tuan ed

"Yo res, siapa tuh yg kenalan ama lo tadi? Kok misterius amat gue lihat" todong ridho penuh penasaran tepat setelah Ares sampai di tempat mereka berkumpul

"Kepo lo" ketua Ares sebagai jawaban

"Anjir! Sejak kapan seorang Ares jadi ketua kaya gini? Demi apah coba?!!" kaget ridho menatap tak percaya yg di buat buat pada ares

"Mau gue colok tu mata?" dingin Ares

"Apah!! Kamu tega ya mas sama aku!!" ucap ridho dengan gaya seperti orang yg tersakiti

Ares dan yg lainnya malah menatap jijik pada drama yg ridho lakukan itu -bara yg hanya memasang wajah datarnya

"Ish si najis!!" sinis Anhar jijik

"Plastik mana plastik? Gue mau muntah sumpah!!" ucap rival ikut ikutan

"Hiks.. Kian jahat banget sih sama aku" centil ridho pura pura nangis

"Berhenti gak lo!! Sumpah jijik gue liatnya!!" ucap Ares dengan  nada dingin nya yg membuat ridho langsung kicep menutup mulutnya takut. Ngeri cok!!! singa nya udah mo ngamuk!!






AMORA (On Going) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang