Mianhae baru up lagi
typo bertebaran🙏☺️HAPPY READING
/DIKANTOR/
Ya lebih tepatnya di ruangan sang atasan yaitu Raja, sekarang sedang ada dua orang disana tampaknya mereka sedang menikmati waktu bersama mereka, mereka adalah Raja dan juga Lusi (hey sebenarnya apa hubungan mereka ini).
Kini posisi mereka seperti ini, Raja duduk dikursi kebesarannya dan Lusi duduk diantara pinggir kursi ya seperti itu kira-kira.
"Lesi duduklah di sofa sana, jika ada yang melihat kita seperti ini apa kata mereka lagipula aku sudah beristri, aku tidak mau kalau sampai istriku salah paham dengan kita" protes Raja ya jujur saja selama Lusi jadi sekretaris nya ia sering kali menggoda raja untung saja iman raja kuat sekuat baja.
"Oh ayolah Raja kita sering seperti ini dulu kenapa kau jadi seperti ini"
"Itu dulu ya Lusi sekarang lain cerita"
"Hey bukannya kau dulu pernah bilang bahwa kau sampai kapanpun akan bersikap sama tak akan pernah berubah lalu ini?"
"Lupakan semua itu Lusi, aku sudah memulai hidup baru bahkan aku sudah memiliki istri dan anak yang sangat aku cintai"
"Tapi..tapi aku masih sangat mencintaimu Raja"
"Jika memang mencintai ku kenapa dulu kau menghilang bak ditelan bumi? Kmna kau?"
"Kau mau tau Raja!!! Kau mau tau yang sebenarnya!!!"
Tok....Tok....Tok...
"Masuk" ucap raja sambil mendorong Lusi untuk menjauh.
"Maaf tuan, ini kopi yang anda minta tadi" ucap seorang OB yang mengantarkan kopi.
"Baiklah kau bisa kembali"
"Baik tuan saya permisi" OB itu langsung keluar dari ruangan Raja.
Kini Raja dan Lusi hanya saling bertatap, Raja menatap Lusi seakan benci dan tak peduli lagi, sedangkan Lusi ia menatapnya melas dan seperti ingin menjelaskan sesuatu, dan saat itu juga Lusi angkat bicara dan menjelaskan masalalunya.
"Dengar Raja aku...aku menghilang Karena...karena aku gak mau kamu terus-terusan mengeluarkan uang untuk membayar hutang ayahku yang terus saja berjudi dan mabuk-mabukan sehingga selalu meninggalkan hutang, sungguh aku tidak bermaksud meninggalkan mu dan aku selalu memohon padanya untuk berhenti meminta uang padamu tapi dulu waktu itu ayah...dia...dia malah mengancamku selama aku masih bersamamu dia akan terus menerus memeras uang mu, dan tentu aku tak mau itu terjadi dan dengan berat hati aku pergi keluar negri untuk menjauh darimu dan keluargamu, begitupun dengan ayah, aku membawanya dengan paksa supaya jauh dari kehidupanmu dan ya aku pikir setelah aku meninggalkan mu, ayah akan berhenti berjudi dan mabuk-mabukan tapi itu mustahil dia malah makin menjadi, bahkan aku selalu disiksa jika aku tak memberinya uang, namun sekarang ayah sudah pergi meninggalkan ku untuk selamanya Karna ia di keroyok sekumpulan orang disana karna ayahku berhutang dan tak bisa membayar, alhasil ayah dipukuli dan disiksa sampai tewas, maafkan aku Raja jujur saja selama ini aku masih sangat mencintaimu hiks..hikss...hiksss..." Lusi.
"Dan sekarang pun aku kembali hanya untuk mencarimu tapi setelah aku tau kau sudah berkeluarga aku hancur saat itu, tapi aku dengar dari beberapa orang bahwa kamu menikah Karna didasari perjodohan makanya aku bertekad untuk kembali mendapatkan mu" Lusi.
"Lusi aku turut berduka untuk kematian ayahmu, dan sungguh aku tak tau bahwa ini semua terjadi padamu, maaf...maafkan aku" Raja.
"Terimakasih, tak apa Raja akupun salah Karna telah meninggalkanmu secara tiba-tiba dan tak mengajarimu selama ini" Lusi.
Rajapun denga refleks memeluk Lusi mungkin Karna dia prihatin dengan ceritanya kali ya aduhh gaktau juga deh.
Tanpa mereka sadari dari balik pintu yang tak tertutup rapat berdiri seorang lelaki imut yang sedang memperhatikan mereka berdua dengan keadaan yang sudah menangis tersedu-sedu sambil memegang mulut nya agar tak bersuara, ya dia adalah Ayan kini dia tengah berdiri di pintu yang terbuka sedikit, dia berniat mengantarkan makan siang namun pas mau masuk ia mendengar percakapan Raja dengan seseorang dan trnyata itu adalah Lusi makanya Ayan mengurungkan niatnya untuk masuk Karna ia ingin tau apa yang suaminya bahas dengan Lusi.
Sungguh Ayan sangat terkejut untuk entah yang keberapa kalinya ia terkejut dengan suasana Raja dan Lusi, Tubuh Ayan bergetar hebat dan lemas. El gak ikut ya dia dititipin ke maid dimansion.
Lalu Ayan memutuskan untuk pergi saja dari kantor ini, rasanya sakit sekali, dada Ayan seperti tertusuk ribuan jarum, dan ia berlari kecil menuju lift dan berusaha untuk menguatkan ia mengusap air matanya dan menarik nafasnya berat sepanjang di lift supaya para karyawan tidak curiga, sesampainya dilantai satu ia segera menuju luar.
"Ah tuan kenapa kembali begitu cepat" tanya salah satu karyawan disana.
"Ah iya dea, aku harus cepat pulang anakku menangis dan tak mau berhenti jadi aku harus cepat pulang" jawab Ayan sedikit terbata-bata.
"Ah begitu, hehe"
"Dea aku titip bekal makan siang Mas Raja, nanti pas dia keluar berikan ini padanya, aku pergi Dea permisi" ucap Ayan dengan jalan yang sedikit berlalu.
"Baiklah hati-hati tuan" ucap Dea sambil melambaikan tangannya.
*
*
*Sesampainya di mansion Ayan langsung menuju lantai atas ia tak meragukan para maid yang menyapanya, entahlah pikirannya sedang tak karuan. Ia hanya menanyakan sang anak lalu pergi, ia lega Karna El sudah tertidur jadi ia bisa menyendiri untuk sementara waktu ia juga berpesan untuk terus mengawasi El takut dia bangun Karna haus dan lapar.
(BERSAMBUNG)

KAMU SEDANG MEMBACA
Between me, you and him||END✓
Random⚠️BL STORY⚠️JANGAN SALAH LAPAK‼️ PECINTA BXB MERAPAT🙌