“Vandra kini sedang duduk di stasiun kereta dan sedang menunggu kedatangan kereta”
"Huft lama banget udah setengah jam aku nunggu disini tapi kereta nya belum datang-datang juga".keluh Vandra yang sedari tadi menunggu kereta tiba
“Ia pun akhirnya merasa lega saat kereta yang ia tunggu akhirnya datang juga ia pun mulai bangkit dari tempat duduk nya dan mulai menunggu segerombolan orang-orang untuk keluar dari Kereta dan setelah penumpang sebelum nya keluar Vandra dan penumpang lainnya pun lalu masuk ke kereta namun saat Vandra masuk ke kereta ada seseorang pria yang tidak sengaja menyenggol nya”
"eh maaf saya ngk sengaja".ucap seorang pria itu yang dimana hal itu membuat Vandra merasa kaget karna suara pria itu mirip sekali dengan almarhum Saudara tirinya
“namun belum sempat Vandra untuk melihat pria tersebut ia di desak oleh seseorang bapak-bapak untuk masuk lebih cepat”
"Aduh buruan dong yang lain juga mau masuk nih".amuk bapak-bapak itu yang membuat Vandra lalu segera masuk kedalam kereta dan mencari tempat duduk tersebut
“saat Vandra sudah mendapatkan tempat duduk ia melihat bahwa pria tadi kini duduk tidak terlalu jauh darinya ia berusaha untuk melihat wajah pria tersebut namun selalu saja dihadang oleh para penumpang yang lainnya”
“beberapa jam kemudian akhirnya kereta itu sampai di stasiun yang lain dan kini Vandra lalu bergegas keluar dari kereta dan lagi-lagi pria tersebut lewat disebelah Vandra”
“Dan lagi-lagi Vandra tidak bisa melihat wajahnya dan disaat dia sudah keluar Vandra melihat bahwa ada gantungan kunci yang berbentuk Bintang”
“Vandra pun lalu teringat dengan suatu hal”
"Gantungan kunci berbentuk Bintang ini kan adalah gantungan yang sama seperti milik Dimas dulu".ucap Vandra sambil menatap pria tersebut dari kejauhan
“Vandra lalu berlari untuk mengejar pria misterius itu namun sayangnya pria itu sudah menghilang entah kemana disaat dia berusaha untuk mencerna apa yang sedang terjadi ia kembali menatap gantungan kunci itu”
"Dinas kamu kembali kan?".Tanya Vandra pada dirinya sendiri
“ternyata pria misterius itu pergi ke sebuah taman yang tidak jauh dari stasiun kereta dan disana ia mulai Memotret-motret keindahan taman tersebut”
"Huft ternyata taman ini seindah itu yah".ucap pria itu
“Pria tersebut lalu duduk kursi taman dan ia mulai menatap sebuah foto yang selama ini ia simpan”
"kemana lagi aku harus nyari kamu, aku udah nyari kamu kemana-mana bahkan udah hampir 3 tahun aku nyari kamu".ucap Pria tersebut sambil menatap foto tersebut
"kak ngk cuma aku yang nyariin kakak tapi ayah pun juga".ucap pria itu yang lalu meneteskan air mata nya
"aku kangen sama kakak".tangis pria tersebut yang membasahi foto yang ia pegang
"Ayo kembali".ucap pria tersebut dengan suara yang hampir habis karna menangis
•
•
•
"Seriusan mas aku ngk bohong aku benar-benar denger kalau suara orang yang nyenggol aku beneran mirip sama Dimas bahkan liat nihh gantungan kunci Bintang ini mirip banget sama kayak punya Dimas".ucap Vandra yang menjelaskan kepada saudara-saudara nya itu
"Mas Vandra gantungan kunci gitu banyak tau dipake orang-orang dan soal suara banyak juga yang punya pita suara kayak mas Dimas".ucap Revan yang berusaha menyadarkan Kakaknya itu
"Engk itu pasti Dimas dia pasti kembali ngk mungkin dong kalau semua nya serba sama bahkan suara nya itu lohh bener-bener mirip banget sama kayak Dimas please aku tau ini gilak tapi aku beneran dan aku yakin dia adalah Dimas".ucap Vandra yang berusaha untuk membenarkan penjelasan nya
"udahlah Vandra Dimas udah ngk ada jadi ngk mungkin dia bisa kembali".ucap Alvian yang hendak pergi
"MAS NGK ADA YANG MUNGKIN ASAL MAS TAU DIMAS PASTI KEMBALI ITU PASTI".ucap Vandra yang lalu masuk kedalam kamarnya
“Alvian hanya bisa menghela nafas saat melihat tingkah Vandra”
“dan disisi lain pria misterius itu tanpa sadar melewati Rumah baru yang ditempati oleh kelima bersaudara itu dan ia menghentikan langkah nya dan menatap rumah itu”
“Pria tersebut lalu menaruh setangkai bunga mawar di depan pintu Rumah itu dan ia tersenyum”
"Rumah ini seindah bunga mawar ini dan aku harap kehidupan yang ada di rumah ini bisa seindah bunga mawar ini".ucap Pria misterius itu yang lalu pergi
“Ravandra yang kebetulan ingin bermain diluar pun mulai merasa heran saat melihat ada bunga mawar didepan pintu mereka, ia pun mulai mengambil bunga mawar tersebut dan ia mulai teringat akan satu hal”
“Ravan kalau aku pergi tolong kasih aku bunga mawar yah”
"bunga mawar ini kan bunga kesukaan nya Dimas apakah ini".ucap Ravandra yang lalu menatap ke arah pria misterius tadi dari kejauhan
"Dia kembali?"
“TEMPAT BERTEDUH”
hayoo coba tebak siapa sosok yang dimaksud pria misterius itu
apakah dia benaran Dimas atau babeh jyp ngk tau dehh karna cerita ini bakal berlanjut di season 2
dan di season 2 kalian bakal tau siapa pria misterius itu
aowkwkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
TEMPAT BERTEDUH (END)
RandomDimas juga anak Bunda karna kita cuma benci sama Ayah bukan Dimas
