BONUS CHAPTER

187 26 0
                                        

“Raka kini sedang pulang sendirian melewati Jalanan yang begitu sepi”

"Awas aja kalau sempet ada yang tiba-tiba ngagetin bakal aku gebukin pakai makalah ini".ucap Raka sambil berjalan

“tiba-tiba saja Langkah Raka terhenti ketika ia melihat pengemis yang sedang duduk di depan rumah kosong, karna penasaran ia lalu mendekati pengemis tersebut”

“Raka melihat Pengemis tersebut yang nampak lusuh dan kelaparan karna kasihan Raka lalu memberikan sebuah roti yang ada di dalam tas nya”

"Pak saya ada sedikit roti untuk bapak semoga ini bisa membantu bapak".ucap Raka yang lalu memberikan roti itu kepada Pengemis tersebut

“Pengemis tersebut lalu mengambil roti yang diberikan oleh Raka dan pengemis itu lalu tersenyum dan menatap Raka”

"terimakasih kamu adalah orang yang baik saya yakin bahwa apa yang kamu tunggu selama ini pasti akan datang cepat atau lama sesuatu yang kamu tunggu itu akan datang membawa kebahagiaan bagi kamu dan keluarga mu".ucap pengemis itu yang lalu pergi meninggalkan Raka dengan bantuan tongkat untuk berjalan

“Raka pun nampak kebingungan dengan maksud dari pengemis tersebut”

"sesuatu yang aku tunggu bakalan segera datang? Ahh udahlah palingan bapak itu cuma doain aku biar apa yang aku minta bisa terkabulkan".ucap Raka yang tidak mau ambil pusing

“namun saat ia hendak pergi ia dibuat terhenti oleh seorang pria misterius yang menaruh setangkai bunga mawar di depan sebuah rumah besar yang tidak begitu jauh dari rumah kosong tadi”

“Raka yang penasaran lalu melangkah maju untuk melihat dengan jelas sosok pria misterius itu dan betapa kagetnya saat ia melihat wajah pria misterius itu bahkan saking kagetnya makalah yang ia pegang pun terjatuh membuat pria misterius itu lalu menoleh kearahnya dan tersenyum kepada nya”

“Raka benar-benar dibuat terpaku dan tak dapat berbicara satu kata pun saat melihat wajah pria tersebut”

“pria tersebut pun lalu pergi setelah meletakkan bunga mawar di depan rumah besar tersebut dan Raka pun lalu mulai menatap Pria tersebut dari kejauhan dan entah kenapa tiba-tiba jantung Raka berdegup dengan kencang dan air matanya yang tiba-tiba saja jatuh dan membasahi pipinya”

"Dimas".ucap Raka yang lalu mengejar pria tersebut

“Raka berusaha mengejar pria misterius tersebut dan ia mulai mencari kemana arah pria tersebut pergi namun sialnya ia malah kehilangan pria misterius itu”

“Raka pun mulai berlari secepat mungkin menuju rumah ia berlari sambil meneteskan air mata dengan raut wajah yang tampak bahagia”

“setelah sesampainya dirumah Raka mulai membuka pintu dan dengan suara terbata-bata ia mulai menjelaskan apa yang barusan yang terjadi kepadanya”

"M-as kalian semua harus tau bahwa tadi aku ketemu seseorang yang mirip banget sama Dimas dan itu benar-benar mirip banget hidung, mata, bibir, dan semua tentang Dimas itu benar-benar mirip sama dia".ucap Raka yang berusaha mengambil nafas karna sesak berlari

“Alvian pun lalu bingung dan tidak percaya dengan apa yang Raka katakan karna bagi nya perkataan Raka hanyalah omong kosong saja”

"mungkin kamu salah liat kali mana mungkin ada orang yang semirip itu sama Dimas".ucap Alvian yang tidak percaya kepada perkataan Raka

"Mas yang dibilang sama Mas Raka itu bener bahkan kemarin di sekolah aku ngeliat ada cowok yang mukanya bener-bener mirip sama Mas Dimas dan aku sempet ngira kalau itu cuma halusinasi aku aja tapi ternyata Mas Raka juga ngeliat orang yang sama yang pernah aku liat di sekolah kemarin".ucap Revan yang berusaha membuat Alvian percaya

"ngk cuma Revan yang ngeliat cowok itu aku juga liat bahwa waktu itu ada cowok yang naruh setangkai bunga mawar didepan rumah kita bahkan ngk cuma wajahnya aja yang mirip kebiasaan nya pun juga mirip".ucap Ravandra yang memperkuat bukti

"Tuhkan Mas aku udah bilang bahwa ngk ada yang ngk mungkin didunia ini dan aku percaya bahwa cowok yang aku bilang dikereta waktu itu adalah Dimas yang kini kembali".Ucap Vandra sambil meneteskan airmatanya

"Mas ada masa nya dia pergi dan akan ada masanya dia kembali ternyata Dimas benar-benar kembali dan mungkin sosok pria misterius itu adalah reinkarnasi dari Dimas".Ucap Vandra yang berusaha membuat Alvian percaya dengan apa yang adik-adiknya alami

"Mas Tuhan tuh tau apa yang terbaik untuk kita sehingga ia memberikan kembali sebuah kebahagiaan yang sudah lama pergi".Sambung Vandra yang lalu membuat Alvian menatap nya

"Dia kembali mas, dia kembali untuk kita"










































































































































































“TEMPAT BERTEDUH”
(BONUS CHAPTER)




Apakah ini cukup membuat kalian merasa lega dengan misteri cowok yang dibilang reinkarnasi Dimas itu

tenang nanti cerita ini aku lanjut season 2
Dan secepat mungkin akan aku publish rawrrr

TEMPAT BERTEDUH (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang