Ini khusus tentang flashback Orter dan Dot yah jadi ini kejadian 5 tahun yang lalu ini sebelum Lalitha sama Lucas lahir masih di dalam perut hehe.
Silakan membaca(。•̀ᴗ-)✧
Waktu kehamilan Dot masih 1 bulan
"Dot apa kamu membutuhkan sesuatu?" Orter setelah kejadian itu (yang chapter 4) mulai mendekati Dot dan perhatian ke Dot.
"Tidak apa-apa Orter apa kamu tidak dicariin dirumah?" Orter hanya menggeleng "aku tinggal sendiri disini" Dot hanya mengangguk dan sibuk mengelus perutnya.
Orter memutuskan untuk tinggal bareng Dot dan Dot menerimanya saja karena dia memang butuh seseorang untuk membantunya.
"Orter aku ingin susu coklat hehe"
"Sudah aku duga, aku belikan yah?"
"Aku ikut juga"
Dot menahan tangan Orter dan memohon untuk ikut dan akhirnya Dot ikut juga.
Setelah sampai di supermarket
Orter langsung menggandeng Dot biar pamil itu tidak hilang kemana-mana.
"Apa kamu tidak ingin hal lain?" Dot hanya menggeleng dan Orter memutuskan membeli barang-barang keperluan dirinya dan Dot.
Orter tidak sengaja melewati susu orang hamil langsung mengambil semua rasa, Dot yang melihatnya bingung.
"Kamu mengambil semua susu itu buat apa?"
"Ya untuk dirimu lah"
"Apa itu gak kebanyakan??"
"Tidak, aku denger-denger orang hamil itu biasanya ada yang tidak cocok dengan rasa susunya makanya aku beli semua rasa, biar kalau kamu gak suka rasa itu kita bisa ganti rasa lain"
Dot hanya mengangguk dan mereka mulai berjalan ke kasir untuk membayarnya.
Setelah selesai belanja akhirnya mereka balik kerumah dan melakukan aktifitas mereka.
Waktu kehamilan Dot yang 4 bulan
Orter melihat Dot sedang menatap perutnya sendiri di kaca dengan muka cemberut.
"Kenapa kamu lihat kaca terus Dot?" Orter menghampiri Dot.
"Aku gendut Orter" sambil memegang perutnya.
Orterpun memegang perutnya dan tersenyum ke Dot "Wajar kamu mengandung 2 bayi disana" sambil mengelus perut Dot.
"Apa aku makin gemuk nanti?" Dot mulai menangis Orter yang bingung langsung mencium perut Dot entah kenapa itu membuatnya geli dan tidak jadi menangis malah tertawa.
Orter yang melihat itu hanya tersenyum dan dia berharap dia akan merasakan momen ini terus sedangkan Dot hanya mengelus rambut Orter.
Waktu kehamilan Dot yang 6 bulan
Bisa diliat Orter sedang duduk bersantai dengan Dot di pantai soalnya Dot sedang mengidam ingin ke pantai. Dot sedang bersandar dibahu Orter sedangkan Orter sedang sibuk mengelus perut Dot yang sudah membesar.
Tiba-tiba Dot merintih sedangkan Orter sedang tersenyum bahagia
"Dot mereka sedang menendang haha"
"Iya aku merasakannya sepertinya mereka senang"
Orter langsung menempelkan telinganya di perut Dot dan mengusap perut itu.
"Haii kalian sedang ngapain??"
Orter akhirnya merasakan tendangan mereka lagi dan Dot hanya sibuk mengelus rambut Orter.
"Aku menyukaimu Dot" Dot yang sedang asik mengelus rambut Orter tiba-tiba berhenti karena terkejut.
"Apa maksudmu Orter?"
"Aku ingin hubungan kita lebih jelas lagi Dot"
Orter langsung berdiri dan menunjukkan sebuah cicin ke Dot.
"Apa kamu menerimaku sebagai calon suamimu??" Dot yang melihat hal itu menangis dan Orter langsung memeluknya.
"Apa kamu serius?? Aku sedang mengandung bahkan ini...bukan anakmu...." Orter langsung mengelus pipi Dot.
"Aku bukan hanya mencintaimu tapi juga mencintai anak-anak ini juga" sambil mengelus perut Dot.
"Apa kamu menerima tawaranku?" Dot memeluknya Orter dan menjawab "aku menerimamu"
Orter langsung mencium Dot dan Dot membalas ciuman itu ya pantai itu menjadi saksi cinta mereka sungguh indah memang.
Waktu kehamilan Dot 9 bulan
Dot dan Orter sedang mempersiapkan barang-barang yang mereka perlukan untuk di rumah sakit karena Orter memutuskan membawa Dot kerumah sakit duluan sebelum waktu lahiran.
"Apa semua barang sudah dipersiapkan sayang?" Dot hanya mengangguk.
Orter mulai memasukan barang-barang itu ke mobilnya karena besok mereka akan ke rumah sakitnya.
"Orter aku ingin dipeluk kamu" Orter tertawa melihat tingkah Dot yang ingin minta peluk, Orter menghampiri Dot dan mulai memeluknya.
"Apa kamu senang?"
"Aku senang bahkan anak-anak juga senang" sambil mengelus perutnya dan Orter juga merasakan itu.
"Ayo kita tidur Dot" Dot hanya mengangguk dan menyiapkan posisi untuk tidur dan tidak lupa memberikan ciuman ke Orter.
Kelahiran si kembar
Orter sedang gelisah diluar ruangan operasi menunggu orang yang dia cintai sedang berjuangan melahirkan anak mereka. Setelah sekian lama akhirnya dokter sekaligus rekan kerjanya keluar dari ruangan.
"Bagaimana keadaan mereka kaldo?"
"Mereka semuanya selamat anak pertama seorang perempuan dan yang terakhir anak laki-laki, selamat Orter kau sudah menjadi orang tua"
Orter hanya tersenyum dia tidak sabar melihat bayi-bayi yang dia tunggu.
Di ruangan inap
Orter memasuki ruangan tersebut dia melihat Dot sedang tertidur dengan tenang. Orter menghampirinya dan mencium keningnya dan membuat Dot terbangun.
"Eumm Orter??"
"Apakah kamu sudah mendingan?"
"Iya dimana mereka?"
"Mereka akan segera datang"
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka melihat seorang perawat membawa 2 bayi kecil mereka.
"Silahkan ini anak-anak kalian" suster itu memberikan bayi-bayi itu ke Dot dan perawat itu pergi keluar dari ruangan itu.
"Orter mereka anak-anak kita" sambil menatap Orter dengan tangisan bahagianya.
"Iya anak-anak kita, makasih sudah berjuang untuk mereka" Orter mencium kening Dot.
"Seperti janji kita anak perempuan kita bernama Lalitha dan yang laki-laki Lucas" Dot mulai mencium kening anak-anaknya.
Orter mengangguk dan mulai mencium anak-anaknya juga.
"Selamat datang di dunia Lalitha Lucas"
Pernikahan Orter dan Dot
Terlihat dua pasang manusia yang akan menyatukan cinta mereka dengan sebutan ikatan pernikahan.
"Aku bersedia menjadi istri dan ibu untuk anak-anaknya"
"Aku bersedia menjadi suami dan ayah untuk anak-anaknya"
"Selamat kalian menjadi pasangan suami istri"
Orter langsung memasangkan cincin ke tangan Dot dan Dot melakukan hal tersebut dan Orter mulai memberi kecupan ke bibir Dot
Ini yang mereka tunggu-tunggu akhirnya mereka sudah menjadi pasangan hidup semati dan bayi-bayi mereka yang tertawa melihat papa dan papinya di atas altar.
Orter dan Dot berjalan ke arah anak-anaknya dan menggendongnya dan Orter merangkul Dot yang sedang menggendong Lucas.
"Terima kasih telah menjadi istriku"
"Harusnya aku terima kasih kamu telah menjadi suami untukku dan papi untuk anak-anak"
Orter mencium kening Dot dan anak-anaknya
"Aku sangat berterima kasih kamu telah hadir dihidupku memberikan kebahagiaan yang belum aku rasakan"
"Terima kasih Orter aku merasa sangat dicintai oleh orang yang tepat dan selalu ada untukku setiap saat"
TBC
Udah selesai flashback Orterdot semoga memuaskan yah
Selanjutnya kisah tentang LanceDot bukan Orterdot lagi😔
Jangan lupa votee
KAMU SEDANG MEMBACA
love lies (LanceDot)
Diversos"kemana aja kamu Dot?" Lance "Kenapa kamu baru menyadarinya?" Dot "Apa tugasku menemanimu sudah selesai Dot?" ??? Akankah Lance bisa memperbaiki hubungannya dengan Dot dan anak-anaknya atau dia kalah oleh orang itu? selamat membaca( ◜‿◝ ) Maaf kalau...
