happy reading maaf kalo ada ke typoan maklum namanya juga manusia biasa
...
"ayo makan"
vio tak bergeming namun ia tetap membuka mulutnya walaupun banyak jadi bahan perhatian vio tak mempedulikannya
sesudah mereka rian pun membawa vio pulang walaupun ia ingin membujuk nya tapi nanti saja saat ini perut vio masih kenyang pikirannya
sementara itu vio tengah komat Kamit kenapa ia tak dibujuk?haruskah ia meminta maaf dulu?atau kan rian marah kepadanya?
sesampainya mereka dirumah vio turun dengan pelan tas nya dibawa oleh rian ia langsung saja kekamar membuat Claudia terkejut
"kenapa lagi dek??"
"mau eskrim tapi ngk dibeliin"
Claudia tersenyum ia tau bahwa rian perhatian kepada vio namun vio masih Salah tanggap
"sesekali ikutin napa dek?"
"tadi belum makan nasi takut nya sakit perut"
Claudia menggangguk lalu pamit keatas dan rian pergi keluar sebentar
sementara itu dikamar vio khawatir kenapa rian tak kunjung datang?apakah pria itu marah??
bunyi ketokan pun terdengar matanya berbinar ia kira rian namun ternyata Claudia yang tersenyum
"momy?masuk dulu momm"
"iya sayang"
Claudia pun duduk disofa begitu juga dengan vio yang duduk disamping Claudia
"kamu marahan sama rian?"
"iya mom ngk dibeliin es krim padahal mau es krim tau"
"hhha tadi vio kan belum makan baru bangun juga nanti perut nya kaget emang mau?terus vio sakit perut buat rian khawatir"
"vio salah momy tadi mau minta maaf tapi gengsi"
Claudia tersenyum kecil lalu mengelus lembut kepala vio
"vio wajar gengsi itu ada cuma jangan diturutin banget rian kan khawatir vio demam nanti kalo rian datang minta maaf ya?"
"iya momy"
"yasudah momy turun dulu itu rian semangat ya"
Claudia tersenyum vio lalu mengangguk dan juga tersenyum rian pun masuk ia menatap vio yang menunduk disofa
"kenapa Hem?"
baru saja menanya vio memeluk rian erat membuat rian kebingungan bajunya terasa basah apakah pria manis itu menangis?
"kenapa nangis sayang?"
"h-hiks hiks maaf hiks lo khawatir sama gua tapi hiks gua nya ngk tau"
rian tersenyum memeluk pinggang vio ia mengelus punggung nya agar anak itu berhenti menangis
"udah sayang udahh"
rian menangkup kedua pipi vio ia mengecup bibir nya dan tersenyum mengelus mata vio pelan
"hiks maaf"
"iya sayang udah ya mau baikan hm?"
"mauu"
vio memeluk rian erat begitu juga dengan rian membalas pelukannya ia mengecup kening vio lalu tersenyum
"nih ada es krim buat kamu cuma boleh 2 ya?"
"benerannn?ngk marah kan??mauuuu"
"beneran enggak marah sayang"
mata vio pun membinar rian membuka pelan bungkus es krim nya es krim merk podelpop itu tengah digenggam erat oleh vio
diam diam rian memfotonya nya vio masih fokus dengan es krim nya membuat ria gemas
tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Pria brandalan itu milikku
Aléatoire"lo bisa stop ngk brandal mulu Lo" "gk gua ngk bisa selain donatur dilarang mengatur" pria itu hanya terdiam usai mendengar ucapan dari pria manis itu ia memikirkan bagaimana cara anak itu agar menurut padanya?
