happy reading maaf kalo ada ke typoan maklum namanya juga manusia biasa
...
sudah beberapa hari ini mereka berdua saling menjauh satu sama lain dan tepatnya ditanggal ini rian tengah merencanakan sesuatu
malam nya tiba ia mendekati vio lalu menepuk pundak nya dan menatap vio sejenak
"vi ayo break dulu"
vio terkejut lalu menatap rian Lamat pikiran nya kacau matanya memanas kerna menangis
"ngk mau hiks salah gua apa sama lo hiks hiks ngk mau rian hiks"
"gua lelah sama lo udah ya?kita break dulu lalu nanti kedepannya biar gua yang nentuin"
"hiks rian hiks ngk mau hiks hiks"
"jangan egois ya vi gua juga manusia"
setelah mengucap kan itu rian pun pergi dari sana jauh dilubuk hati nya ia ingin mendekap erat tubuh vio namun demi kejutannya sukses ia harus menahan dirinya
....
besok nya hari minggu vio masih mengurung diri nya didalam kamar ia frustasi sebesar itukah masalah nya dengan rian?
sementara rian ia ingin mengetok pintu kamar vio ia ingin memeluknya namun apa yang membuat nya seperti ini?
entah dorongan dari mana rian membuka kamar vio dengan kunci cadangan ia menatap kamar vio yang tengah berserakan
kaleng bir dimana mana puntung rokok yang berserakan serta banyak nya tisu yang penuh dengan darah membuat nya khawatir
"astaga vio"
vio terkejut melihat rian yang berlari kearahnya ia lelah dengan semuanya vio tersenyum menatap rian dengan cepat vio meminum racun entah apa itu lalu jatuh ambruk
rian tak menyangka jika perkataan nya akan berakhir seperti ini ia mendekap tubuh vio dengan cepat ia mengendong vio untuk dilarikan kerumah sakit
"engga vi bangun dulu gua mohon jangan kayan gini kerna kesalahan perkataan gua,gua minta maaf ngk vi bangun Vi"
rian terus menepuk nepuk pipi vio ia membelah jalanan untuk melarikan vio kerumah sakit sesampainya dirumah sakit ia langsung memanggil dokter dan suster agar cepat melayani vio
setelah menatap vio yang sudah masuk kedalam ruangan nya ia terduduk lemas air matanya mengalir kerna kesalahan nya semua nya menjadi kacau
tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Pria brandalan itu milikku
Random"lo bisa stop ngk brandal mulu Lo" "gk gua ngk bisa selain donatur dilarang mengatur" pria itu hanya terdiam usai mendengar ucapan dari pria manis itu ia memikirkan bagaimana cara anak itu agar menurut padanya?
