air terjun? || bab 32

3.3K 119 0
                                        

happy reading maaf kalo ada ke typoan maklum namanya juga manusia biasa

...

setelah kehilangan vio yang ditemukan didekat danau buatan paginya mereka kembali beraktivitas seperti biasa

berbeda dengan vio yang ingin pergi keair terjun rian hanya mengangguk saja sekarang mereka tengah melewati persawahan terlebih dahulu

disaat jalan pun vio terus mendengar suara air yang jatuh diatas sana hatinya tak sabar untuk melihat pemandangan nya

sesampainya diatas bu tatih pun menjelaskan bahwa disini boleh bermain air dan mandi sebagainya namun hati hati agak tidak terjatuh

bu tatih pun pergi menyisakan 2 pria itu diatas sana yang masih sibuk melihat pemandangan itu

air nya yang jernih serta pemandangan dibawah yaitu hamparan sawah ia juga melihat beberapa petani yang sedang melakukan tugasnya

"senang hm?"- tanya rian ia memeluk vio dari belakang mengecup tengkuk nya membuat tubuh vio merinding

"uhh senangg bagus ya air nya jernih juga terus liat deh itu petani nya lagi nanam padi ya?"- tunjuk vio kearah petani yang tengah membungkuk

"ekhem sini liat dulu ke gua"- ajak rian vio pun membalikkan tubuhnya menghadap rian yang sudah jongkok

"ekhem kerna gua mau hubungan kita serius will you marry me? gua tau jadi lo ngk sehebat gua tapi gua mau ikat lo kedalam janji suci ngkpp sederhana diri lo kekurangan serta kelebihan lo gua bakal terima so?"- ujar rian vio terkejut ia menatap rian sejenak lalu tersenyum

"Yes, I want to"- ujar vio tersenyum dengan matanya yang sedikit berair rian terkejut dan langsung memasangkan cincinnya mengecup kening vio lama lalu memeluk nya erat

kedelapan temanya bersorak di villa kerna rian memberikan siaran langsung kepada mereka tapi vio tak tau

"gua senang gua senang lo mau gua senang lo terikat sama gua"- ujar rian menatap vio begitu juga dengan vio ia tersenyum memeluk erat rian

"ngk berhenti senyum gue udah ah ayo turun laparr hehee"- vio menyengir kerna dari tadi pagi mereka belum sarapan kerna vio terlalu bersemangat untuk ke air terjun

rian pun mengendong tubuh vio di belakang punggungnya ia berjalan dengan hati hati

"uh pelan pelann"- vio menutup matanya kerna rian berjalan dengan tidak aesthetic maklum orang tinggi kan kakinya panjang

sesampainya mereka divilla mereka pun disambut oleh para teman temannya mereka meniup terompet bersamaan lalu memberikan kue

vio terkejut ia lupa dengan hari kelahirannya sendiri 04-04 tanggal yang cantik

"selamat ulang tahun semoga panjang umur dan semakin langgeng sama rian"- ujar samudra

vio pun dengan hati hati turun dari punggung rian ia meniup lilinnya lalu tersenyum kecil dan memotong motong kue itu

semula nya ia menyuapi rian lalu dengan teman temannya yang lain mereka semua bertepuk tangan dan berfoto bersama

"wah jadi tanggal cantik dong rian melamar vio mana di air terjun pun?"- celetuk skala rian mengangguk lalu mengecup kening vio

"oh iya untuk kado ntar pas kita semua married ajalah"- celetuk nanda mereka semua terkejut tidak semua hanya para uke saja

"lah anjir semua? SEMUA LO BILANG BERARTI?"- tanya samudra

"yes kita semua nikah ditanggal yang sama dan lamaran dihari yang sama"- ujar nanda para dominan pun berjongkok melamar satu satu pria manis nya

vio ngeleng ngeleng kepala ia kira candaannya samudra itu hanya sebatas bercanda tapi ternyata semuanya benar

"udah ayo main golfff"

ajak vio mereka semua mengangguk lalu berjalan kearah lapangan golf sementara vio tak tau cara bermainnya bagaimana

ia menatap teman teman nya yang bisa semua rian menatap vio kenapa dia tak main dari tadi?lalu tertawa kerna komuk vio

semua orang melihat kearah rian yang tertawa terbahak bahak mereka kebingungan tumben sekali kulkas itu tertawa bahagia seperti itu

vio hanya memutar matanya malas melihat rian yang tertawa puas kerna menatap nya

"laki lo kenapa Vi?"

tanya samudra yang juga kebingungan
v

io hanya menghela nafas lelah kerna rian

"keserupan itu"

ujar nya membuat semua orang menjadi hening bu tatih pun memanggil vio lalu ia pergi dari sana dengan mood yang buruk

"puas lo ketawa?ngk usah cium sama peluk gua puas Lo?"

selesai melontarkan itu vio pun pergi dan sekarang giliran mereka semua yang ketawa kerna rian yang termenung

"ah capek gua"

ujar haidar lalu melanjutkan bermain golf sementara itu vio tengah memasak kue diajarin oleh bu tatih

"kamu hebat juga ya vio masaknya jarang jarang loh ada cowo yang pinter masa kecuali chef gtu"

celetuk bu tatih vio tersenyum kecil mendengar pujian bu tatih ia dari kecil sudah belajar masak

tbc


Pria brandalan itu milikku Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang